Breaking News

Ustaz Sobri Lubis Ancam Konsolidasi dengan Elemen Masyarakat untuk Makzulkan Gibran


Oposisi Cerdas | Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (Persada 212), Ustaz Sobri Lubis, menyatakan pihaknya berpotensi bersatu dengan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka apabila tidak mengundurkan diri secara terhormat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sobri Lubis dalam podcast Refly Harun, Rabu (21/10/2026). Ia menegaskan, opsi pemakzulan dapat ditempuh bersama kelompok masyarakat lain jika Gibran tidak memilih mundur dari jabatannya.

“Apabila Gibran tidak mundur secara terhormat, ya mungkin kita akan melaksanakan juga, bersatu dengan masyarakat yang lain untuk memakzulkan Gibran,” ujar Sobri.

Pernyataan itu memperlihatkan adanya dorongan politik dari kalangan Persada 212 agar posisi Gibran sebagai Wakil Presiden kembali dipersoalkan.

Dalam perbincangan tersebut, Sobri juga menyinggung pesan Habib Rizieq Shihab mengenai perlunya membersihkan apa yang ia sebut sebagai jaringan Solo, yang dikaitkannya dengan lingkaran politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Habib Rizieq selalu mengingatkan, jangan ragu-ragu bersihkan semua jaringan-jaringan Solo. Jaringan Jokowi semua bersihkan. Termasuk wapresnya ini,” kata Sobri.

Ia juga menyinggung sejumlah figur yang menurutnya perlu menjadi perhatian dalam penyusunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sobri menyebut nama Dudung Abdurachman ketika membahas orang-orang yang menurutnya terkait dengan persoalan KM 50.

Selain persoalan jaringan politik, Sobri menyoroti proses hukum terkait polemik ijazah Joko Widodo. Menurut dia, apabila proses persidangan berlangsung, pihak yang berkepentingan semestinya menghormati mekanisme hukum yang berlaku.

“Jokowi sebagai anak bangsa yang taat hukum mestinya hadir dalam persidangan,” ujarnya.

Ustaz Sobri Lubis Ancam Konsolidasi dengan Elemen Masyarakat untuk Makzulkan Gibran Ustaz Sobri Lubis Ancam Konsolidasi dengan Elemen Masyarakat untuk Makzulkan Gibran Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5