Breaking News

Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Kapal Tanker, Tapi Syaratnya Transaksi Energi Harus Pakai Yuan Tiongkok


Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memunculkan dinamika baru dalam perdagangan energi global.

Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan kebijakan yang memungkinkan kapal tanker melintasi Selat Hormuz dengan syarat transaksi minyak atau gas menggunakan mata uang yuan Tiongkok.

Informasi tersebut muncul dari sejumlah laporan media internasional yang menyebut pemerintah Iran sedang menyusun aturan baru terkait lalu lintas kapal di jalur energi strategis tersebut.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada CNN bahwa opsi kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan di tingkat pemerintah.

Dalam skema yang sedang dipertimbangkan, kapal tanker yang ingin melintas di Selat Hormuz kemungkinan harus melakukan transaksi energi menggunakan yuan, bukan dolar Amerika Serikat.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, langkah tersebut berpotensi menjadi perubahan besar dalam sistem perdagangan energi global yang selama puluhan tahun didominasi oleh dolar AS.

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global itu dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia setiap harinya.

Namun sejak konflik regional yang meletus pada akhir Februari lalu, kawasan Selat Hormuz berubah menjadi wilayah dengan risiko keamanan tinggi bagi pelayaran internasional.

Sejumlah insiden terhadap kapal komersial dilaporkan terjadi di sekitar Teluk Persia dan perairan Selat Hormuz.

Sedikitnya 16 kapal dagang dilaporkan mengalami serangan atau insiden keamanan dalam beberapa pekan terakhir. Insiden tersebut melibatkan berbagai jenis kapal, mulai dari tanker minyak, kapal curah hingga kapal kontainer.

Situasi tersebut membuat perusahaan pelayaran dan perusahaan asuransi global mulai mengevaluasi kembali rute pelayaran mereka. Beberapa operator bahkan memilih menunda pengiriman melalui jalur tersebut demi menghindari risiko keamanan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Garda Revolusi Iran juga sempat memperingatkan bahwa kapal yang melintasi Selat Hormuz dapat menjadi sasaran serangan.

Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran bahwa jalur strategis tersebut kini menjadi bagian dari tekanan geopolitik dalam konflik kawasan.

Meski demikian, aktivitas ekspor minyak Iran ternyata masih terus berjalan. Data pelacakan kapal tanker dari Kpler menunjukkan Iran tetap mengirim sekitar 1,5 juta barel minyak mentah per hari sepanjang Maret.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1,25 juta barel per hari dikirim ke Tiongkok yang menjadi pembeli terbesar minyak Iran.

Fakta ini menunjukkan bahwa jalur ekspor energi Teheran belum sepenuhnya terhenti meskipun situasi keamanan di kawasan semakin tidak stabil.

Jika Iran benar-benar menerapkan kebijakan pembayaran menggunakan yuan, langkah ini bisa menjadi tantangan baru bagi dominasi dolar AS dalam perdagangan energi dunia.

Selama beberapa dekade terakhir, hampir seluruh transaksi minyak global dilakukan menggunakan mata uang dolar.

Pengecualian hanya terjadi pada beberapa transaksi energi Rusia yang dilakukan menggunakan rubel atau yuan setelah negara tersebut terkena sanksi Barat.

Karena itu, kebijakan Iran berpotensi membuka babak baru dalam dinamika perdagangan energi global.***

Sumber: pojoksatu
Foto: Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Kapal Tanker, Tapi Syaratnya Transaksi Energi Harus Pakai Yuan Tiongkok

Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Kapal Tanker, Tapi Syaratnya Transaksi Energi Harus Pakai Yuan Tiongkok Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Kapal Tanker, Tapi Syaratnya Transaksi Energi Harus Pakai Yuan Tiongkok Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar