Adsterra

Breaking News

Jakarta Sumber Corona, Tidak Ada Pilihan Lain, Pemerintah Harus Lockdown Jabodetabek!


Per Minggu (23/3/2020), jumlah orang dinyatakan positif corona atau Covid-19 di Indonesia mencapai 514 orang dengan 48 meninggal dunia.

Berdasarkan peta penyebaran Covid-19 di Indonesia pada laman resmi covid19.go.id, virus asal Kota Wuhan itu sudah menjangkiti 20 provinsi.

Peringkat pertama, ditempati DKI Jakarta disusul Jawa Barat dan Banten dengan jumlah terkonfirmasi terbanyak.

Di provinsi yang dimpimpin Anies Baswedan itu pula jumlah pasien meninggal juga menjadi yang terbanyak. Yakni 307 kasus positif dengan 29 meninggal dunia.

Sedangkan di provinsi yang dipimpin Ridwan Kamil, tercatat 59 positif dengan sembilan orang meninggal dunia.

Disusul Provinsi Banten dengan 47 positif dan tiga orang meninggal dunia dengan satu orang sembuh.

Berdasarkan data di atas, opsi lockdown atau karantina wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), harus dipertimbangkan pemerintah.

Demikian disampaikan aktivis Prodem, Khalid Zabidi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/3/2020).

“Kawasan Jabodetabek harus segera di-lockdown karena telah menjadi pusat epicentrum penyebaran virus corona dan penyakit Covid-19 yang mewabah di Indonesia sejak awal Maret 2020,” tegas Khalid.

Menurutnya, lockdown Jabodetabek menjadi penting lantaran imbauan social distancing atau di rumah saja, tak diindahkan masyarakat.

Dengan demikian, penyebaran virus asal Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu bakal menjadi semakin masif.

Selain itu, lockdown Jabodetabek juga penting lantaran wilayah tersebut menjadi daerah penymbang terbangnyak orang positif corona.

“Hari ini, korban virus telah mencapai 514 orang dan merenggut korban jiwa 48 orang. Hampir semuanya berada di kawasan Jakarta dan sekitarnya,” sambungnya.

Sementara, korban lainnya dinyatakan tertular setelah bepergian ke dan dari Jakarta dan sekitarnya.

“Artinya Jakarta menjadi epicentrum penyebaran virus corona ke daerah-daerah lain. Ini harus dihentikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sampai dengan Minggu (21/3/2020), jumlah orang positif virus asal Kota Wuhan di Indonesia sudah mencapai 514 orang.

Sementara, jumlah pasien yang meninggal dunia sudah mencapai 48 orang.

Demikian disampaikan Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam telekonferensi pers, Minggu (21/3).

“Ada penambahan kasus 64 orang (positif Corona). Jadi total positif 514 orang,” kata Yuri lewat telekonferensi, hari ini.

Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan semubuh hari ini mencapai sembilan orang. Dengan demikian, total jumlah pasien sembuh corona sudah mencapai total 29 orang.

“Dan sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” sambungnya.

Di sisi lain, jumlah pasien meninggal dunia dalam sehari ini saja, ada 10 pasien.

“Total hingga hari ini 48 orang (meninggal dunia),” ungkapnya.[ps]

Foto : Jalan Jendral Sudirman DKI Jakarta sepi akibat isu virus corona. Kendati demikian, aktivitas masyarakat masih tetap berlangsung. (JPNN)
Jakarta Sumber Corona, Tidak Ada Pilihan Lain, Pemerintah Harus Lockdown Jabodetabek! Jakarta Sumber Corona, Tidak Ada Pilihan Lain, Pemerintah Harus Lockdown Jabodetabek! Reviewed by Admin on Rating: 5

1 komentar:

  1. klo boleh jujur
    bingung menentukan, info yg disampaikan pemerintah ini bener atau ngga..

    BalasHapus