Karena Masyarakat Indonesia Bandel dan Anggap Sepele Corona, Ya Lockdown Saja
Per Minggu (23/3/2020), jumlah orang dinyatakan positif corona atau Covid-19 di Indonesia mencapai 514 orang dengan 48 meninggal dunia.
Berdasarkan peta penyebaran Covid-19 di Indonesia pada laman resmi covid19.go.id, virus asal Kota Wuhan itu sudah menjangkiti 20 provinsi.
Kendati demikian, pemerintah menegaskan belum berencana melakukan lockdown atau karantina wilayah.
Sebaliknya, pemerintah meminta agar masyarakat melakukan isolasi diri, social distancing atau menjaga jarak antarorang dan tetap berada di rumah.
Juga diminta tak beraktivitas di luar rumah serta tak menghadiri kagiatan atau acara yang dihadiri banyak massa.
Sayangnya, banyak masyarakat Indonesia yang tak menggubris imbauan itu dan menganggap sepele virus asal Kota Wuhan itu.
Maka, tidak ada pilihan bagi pemerintah Indonesia selain melakukan opsi lockdown.
Pasalnya, kebijakan penutupan dan karantina total itu merupakan langkah efektif guna menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.
Demikian disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Adib Khumaidi kepada RMOL, Minggu (21/3/2020).
“Kalau bisa lockdown ini dilakukan, kalau pemerintah tidak bisa memetakan sebaran data virus corona ke seluruh kota, dan memetakan kepatuhan masyarakat untuk mengisolasi diri,” ujarnya.
Adib mengakui, lockdown memang membutuhkan kesiapa matang dari pemerintah dan diterapkan setelah langkah yang selama ini diterapkan ternyata tidak efektif.
“Seharusnya pemerintah bisa dengan segera memikirkan opsi lockdown ini. Jika peta sebaran meningkat, screening-nya juga, sehingga opsi lockdown itu harus dilakukan,” urainya.
Sebaliknya, ia mengaku ragu validitas rapid test yang akan dilakukan pemerintah kepada seluruh masyarakat Indonesia yang diduga sebagai ODP maupun yang belum positif corona.
“Screening-nya harus secara tepat dan tidak ada masalah, peta sebarana virus langkah-langkah isolated seusai dengan peta dari rapid tadi, kita mendorongnya kalau rapid test itu harus dengan validaitas yang tinggi,” katanya.
karena itu, ia meminta pemerintah mulai memikirkan dan menyiapkan secara matang terkait opsi lockdown ini.
“Bukan tidak mungkin opsi itu (lockdown) akan dilakukan, sebagai opsi terakhir kalau sebarannya mulai meluas,” pungkasnya. [ps]
Foto : Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Adib Khumaidi. (JPG)
Karena Masyarakat Indonesia Bandel dan Anggap Sepele Corona, Ya Lockdown Saja
Reviewed by Admin
on
Rating:
Reviewed by Admin
on
Rating:

Tidak ada komentar