Adsterra

Breaking News

Sosok Anton ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Kerap Alami KDRT, Ini Curhat Terakhir


Oposisi Cerdas | Anton (32), Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tewas ditikam istrinya sendiri, Senin (21/9/2026) sekira pukul 12.30 WIB.

Deka Ayu (30), nekat menghabisi nyawa korban tepat di belakang kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) tidak jauh dari lingkungan masjid dekat kantor Inspektorat OKI.

Melansir TribunSumsel.com, kuasa hukum dari korban Anton mengungkap jika kliennya bercerita mengenai tekanan psikologis yang dialami selama mengarungi bahtera rumah tangga.

"Korban bercerita selama masa pernikahan merasa tertekan oleh ulah sang istri beserta keluarganya. Saat korban sempat bertanya kepada anaknya yang masih berusia 4 tahun, sang anak enggan karena takut dimarahi oleh ibunya." tuturnya.

Menurut pengacara, tindakan korban untuk meninggalkan sang istri sangat beralasan jika melihat dari sikap, sifat, dan perlakuan istri terhadap suami. Pihak pengacara sangat menyayangkan kejadian penikaman ini harus terjadi.

Meski baru berpisah rumah sekitar 1 bulan dan sedang mengurus proses perceraian, korban tetap menjalankan kewajibannya memberikan nafkah untuk kebutuhan anak.

Pengacara membeberkan bahwa dalam kurun 2 bulan terakhir saja, korban telah menyerahkan uang sebesar Rp9 juta hingga Rp11 juta kepada istrinya.

"Padahal gaji sebagai ASN tidak cukup memberikan sebesar itu, tapi itu bentuk tanggung jawab beliau untuk anaknya. Setiap diminta masih tetap diberikan," pungkas kuasa hukum.

Pihak kuasa hukum berharap aparat kepolisian memproses kasus ini secara tuntas dan menindak tegas pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kronologi Kejadian

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa tersebut bermula dari persoalan rumah tangga.

Anton dan Deka Ayu diketahui telah pisah ranjang.

Pada Senin sekitar pukul 09.00 WIB, Deka mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten OKI, tempat Anton bekerja.

Kedatangannya untuk meminta uang kepada suaminya guna membiayai pengobatan anak mereka yang sedang sakit.

Namun, pertemuan tersebut justru berujung cekcok.

Adu mulut antara keduanya semakin memanas hingga berlanjut ke halaman depan Masjid At-Taqwa pada siang hari.

Dalam kondisi emosi, Deka kemudian mengeluarkan sebilah pisau yang diduga telah disiapkan dan disimpan di dalam tasnya.

Deka kemudian menyerang Anton menggunakan senjata tajam tersebut hingga korban tersungkur dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Setelah melihat suaminya tewas, Deka sempat panik dan berusaha melarikan diri dari lokasi.

Personel Satreskrim Polres OKI bersama Polsek Kayuagung yang mendapat informasi mengenai kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi dan mengamankan Deka tidak lama setelah peristiwa terjadi.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku dan sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

"Barang bukti yang diamankan di antaranya satu bilah senjata tajam jenis pisau dengan panjang sekitar 30 sentimeter, serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian," jelas Nandang.

Saat ini, Deka tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres OKI.

Polisi masih melengkapi administrasi penyidikan, berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU), serta menunggu hasil autopsi jenazah korban dari RSUD Kayuagung.

Nandang mengimbau masyarakat tidak gegabah mengambil tindakan yang melanggar hukum, meski tengah menghadapi persoalan keluarga.

"Kami mengimbau masyarakat menyelesaikan setiap persoalan secara bijak dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Kami memastikan proses penegakan hukum dalam kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan," tutup Nandang.

Sementara itu, Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Eko Rubiyanto mengapresiasi gerak cepat personel di lapangan yang berhasil mengamankan terduga pelaku sebelum situasi berkembang lebih jauh.

"Kami berkomitmen penuh untuk memproses perkara ini secara tuntas, profesional, dan transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tandas Eko.

Pelaku Disebut Sering Lakukan KDRT

Kisah memilukan di balik kematian Anton perlahan terkuak. 

Salah satu perwakilan keluarga membenarkan rumah tangga korban memang sudah lama retak.

Ironisnya, dalam biduk rumah tangga ini, justru sang suami yang disebut kerap menjadi bulan-bulanan kekerasan fisik (KDRT) oleh istrinya.

"Korban sudah tidak tahan karena sering mendapat perlakuan kekerasan bahkan sejak sebulan setelah menikah. Istrinya ini orangnya keras dan sering melawan," ungkap kakak korban yang enggan disebutkan namanya saat ditemui TribunSumsel.com.

Lantaran tak sanggup lagi menahan siksaan, Anton akhirnya memilih pisah ranjang sejak sebulan terakhir dan mendaftarkan gugatan cerai.

"Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya korban mengajukan proses perceraian," ungkapnya.

Pihak keluarga menduga kuat, Deka Ayu gelap mata dan menolak keras keputusan Anton untuk mengakhiri rumah tangga mereka.

"Penolakan inilah yang disinyalir menjadi pemicu aksi nekat istrinya yang menghabisi nyawa suaminya sendiri tadi siang," ungkapnya.

Pelaku Diamankan

Peristiwa maut ini sontak membuat geger para pegawai dan warga yang berada di sekitar lokasi. 

Maman, seorang warga yang berada di TKP, mengaku syok melihat kondisi korban.

"Kejadiannya dekat Masjid PMD OKI kurang lebih pukul 11.30 WIB. Saya baru mengetahui kabarnya dan saat mendatangi lokasi, melihat Anton sudah tergeletak bersimbah darah. Korban mengalami belasan luka tusuk di tubuhnya," beber Maman.

Merespons kasus pembunuhan yang menewaskan ASN di lingkungan Pemkab OKI ini, aparat kepolisian bergerak cepat.

Kasat Reskrim Polres OKI, Iptu M Raka Dwi Darma membenarkan peristiwa dan menegaskan bahwa terduga pelaku telah berhasil diamankan.

“Kasus masih didalami. Pelaku saat ini sudah diamankan pihak kepolisian,” ujar IPTU Raka.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus mengurai kronologi kejadian secara utuh, mengumpulkan keterangan dari para saksi di lapangan, dan melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan motif sebenarnya di balik aksi keji sang istri tersebut.

Sosok Anton ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Kerap Alami KDRT, Ini Curhat Terakhir Sosok Anton ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Kerap Alami KDRT, Ini Curhat Terakhir Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5