Adsterra

Breaking News

Mahfud Sesalkan Prabowo Bilang Pakar Goblok, 'Tidak Layak seorang Presiden Ngejek Orang'


Oposisi Cerdas | Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyayangkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sejumlah pakar “saking pintarnya jadi goblok”.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall JICC Senayan, Jumat (18/9/2026).

“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pinternya, saking pinternya jadi goblok,” kata Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo diketahui geram terhadap para pakar yang dinilainya melontarkan fitnah. Ia menekankan bahwa kepakaran tanpa kejujuran justru bisa membuat seseorang menjadi “goblok”.

Menanggapi hal tersebut, Mahfud menilai ucapan itu tidak seharusnya dilontarkan seorang presiden.

“Dan Prabowo tak layak menyebut profesor/pakar goblok, tak etis lah, gak layak seorang presiden seharusnya jangan ngejek orang yang mengkritik. Terlalu berlebihan percaya dirinya, makanya dengan enteng mengoblok-oblokan orang,” ujar Mahfud.

Menurutnya, profesor atau pakar pada dasarnya tidak mengincar keuntungan pribadi. Mereka hanya menjalankan tanggung jawab sesuai kapasitas intelektualnya.

Mahfud juga menilai pernyataan Prabowo berlebihan. “Prabowo itu bisa ngomong dengan nyamuk, semut, itu goblok, berlebihan juga,” tambahnya.

Meski demikian, Mahfud mengakui bahwa Prabowo—putra mendiang begawan ekonomi Prof. Sumitro Djojohadikusumo—bukan sosok yang “goblok”.

“Dia jago, tidak goblok. Saya kenal dia, wawasannya luas. Tapi berlebihan orang baca buku 50 hari sehari, itu orangnya yang bilang goblok. Ga mungkin itu. Memujinya berlebihan,” jelas Mahfud.

Mahfud Sesalkan Prabowo Bilang Pakar Goblok, 'Tidak Layak seorang Presiden Ngejek Orang' Mahfud Sesalkan Prabowo Bilang Pakar Goblok, 'Tidak Layak seorang Presiden Ngejek Orang' Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5