Adsterra

Breaking News

Innalillahi, Penceramah Kondang dan Pimpinan Ponpes Al Hijaiyyah KH Ahmad Fudholi Meninggal Usai Jalani Perawatan Medis


Oposisi Cerdas | Dunia dakwah Tanah Air kembali diselimuti suasana duka mendalam. Penceramah kondang sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Al Hijaiyyah, KH Ahmad Fudholi, dikabarkan meninggal dunia pada Senin,7 September 2026.

Kabar kepulangan beliau sontak menyebar luas di tengah masyarakat, khususnya kalangan jemaah pengajian dan para santri yang selama ini mengenal dekat dedikasi serta keilmuan beliau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhum mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Tangerang.

Beliau sebelumnya sempat menjalani serangkaian perawatan intensif menyusul insiden kecelakaan lalu lintas yang dialaminya beberapa hari lalu.

Kepergian sosok ulama kharismatik ini meninggalkan duka yang begitu besar bagi warga Banten dan sekitarnya.

Konfirmasi Langsung dari Jemaah Pengajian Setempat

Kabar kepulangan KH Ahmad Fudholi pertama kali dikonfirmasi oleh Ahmad Khoirul Umam, seorang jemaah pengajian asal Kabupaten Tangerang, Banten.

Ia mendapati kabar tersebut melalui pesan berantai di grup WhatsApp pengajian serta pengumuman resmi dari pengurus masjid setempat.

“Iya, kabarnya meninggal hari ini. Tadi infonya sekitar jam 12 dari jemaah pengajian, dan di sini juga baru diumumin di masjid dan musala,” ujar Ahmad Khoirul Umam kepada awak media melalui sambungan telepon pada Senin 7 September 2026.

Khoirul menambahkan bahwa pihak keluarga mendiang telah mengonfirmasi berita duka tersebut secara langsung kepada para jemaah.

Sebagai salah satu tokoh agama yang sangat dihormati, kepergian almarhum dirasakan sebagai kehilangan yang teramat besar bagi masyarakat sekitar.

“Tadi dari group pengajian Cilongok, dari pihak keluarga yang ngabarin. Katanya pak Kiai meninggal,” sambungnya mengenang sosok panutan tersebut.

“Beliau ini dikenal sebagai penceramah kondang suka ceramah ke mana-mana. Beliau juga menantu almarhum Abah H. Yasin, salah satu ulama besar di Cilongok, Tangerang.”

Kronologi Insiden Kecelakaan di Ruas Tol Tangerang-Merak

Sebelum mengembuskan napas terakhir, KH Ahmad Fudholi sempat mengalami musibah kecelakaan
lalu lintas di ruas Jalan Tol Tangerang-Merak.

Tepatnya pada KM 63+800 B, wilayah Kabupaten Serang, Banten, Jumat 4 September 2026 sekitar pukul 03.00 dini hari. Saat insiden itu terjadi, almarhum sedang dalam perjalanan pulang bersama sopirnya usai menunaikan kewajiban berdakwah di daerah Cikaduen, Kabupaten Pandeglang.

Kendaraan Mitsubishi Pajero putih berpelat nomor A 1199 ZZ yang ditumpanginya mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan akibat benturan.

Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Serang segera turun tangan menangani kejadian tersebut setelah menerima pelimpahan dari petugas jalan tol.

“Iya benar, korbannya dua orang, sopir dan penumpang. Masuk wilayah Serang Kabupaten. PJL baru melimpahkan ke kita,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Serang, Ipda Sigit Prayogi, sewaktu dikonfirmasi via telepon.

Mengenang Rekam Jejak dan Teladan KH Ahmad Fudholi

Semasa hidupnya, KH Ahmad Fudholi dikenal sebagai figur ulama yang aktif mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman.

Perannya sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al Hijaiyyah di Kabupaten Tangerang mencerminkan komitmen kuat dalam membimbing generasi muda serta umat Islam mendalami ilmu agama secara mendalam dan moderat.

Kepergian beliau meninggalkan teladan luhur mengenai keikhlasan dalam berdakwah. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan lahir batin.***

Sumber: konteks
foto: KH Ahmad Fudholi, pimpinan Pondok Pesantren Al Hijaiyyah meninggal dunia pada Senin, 7 September 2026. (Facebook)

Innalillahi, Penceramah Kondang dan Pimpinan Ponpes Al Hijaiyyah KH Ahmad Fudholi Meninggal Usai Jalani Perawatan Medis Innalillahi, Penceramah Kondang dan Pimpinan Ponpes Al Hijaiyyah KH Ahmad Fudholi Meninggal Usai Jalani Perawatan Medis Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5