Indonesia Wajib Waspada! Delapan Gunung Api Erupsi, Anak Krakatau yang Terbaru
Oposisi Cerdas | Aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api Indonesia meningkat dan perlu diwaspadai masyarakat. Selain Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang erupsi pada Sabtu (5/9/2026) dini hari, tujuh gunung api lain juga tercatat erupsi sejak akhir Agustus hingga awal September 2026.
Gunung Anak Krakatau meletus pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.01 WIB. Peristiwa itu membuat wilayah Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampaknya.
Saat erupsi, tercatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 21.600 detik. Aktivitas itu disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos GAK Pasauran. Erupsi juga terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 70 milimeter.
Selain Anak Krakatau, tujuh gunung api lain di Indonesia juga mengalami erupsi. Aktivitas ini menegaskan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan gunung api.
Berikut tujuh gunung api lainnya yang dirangkum pada Sabtu (5/9/2026):
1. Gunung Sinabung, Sumatera Utara
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB. Kolom abu mencapai 3.500 meter. Statusnya dinaikkan dari Level II menjadi Level III (Siaga).
Masyarakat diminta tidak mendekati radius tiga kilometer serta enam kilometer di sektor selatan-tenggara karena termasuk zona berbahaya. Aktivitas gunung ini terus meningkat.
2. Gunung Semeru, Jawa Timur
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi berulang sepanjang Agustus 2026, yaitu pada 13, 21, dan 31 Agustus. Kolom abu mencapai 1.100 meter.
Statusnya Level III (Siaga). Kolom abu mengarah ke sektor Besuk Kobokan dengan radius bahaya lima kilometer. Gunung ini juga mengalami erupsi harian disertai guguran dan potensi awan panas di Besuk Kobokan.
3. Gunung Ili Lewotolok, NTT
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, erupsi sejak akhir Agustus hingga saat ini. Letusan sempat mencapai 378 kali dalam sehari.
Abu vulkanik disemburkan setinggi 200 hingga 700 meter di atas puncak kawah. Aliran lava baru menjalar ke sektor timur laut sejauh 1.100 meter dan ke sektor selatan-tenggara sejauh 1.800 meter dari bibir kawah. Statusnya Level II (Waspada).
4. Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores, NTT
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores, NTT, erupsi pada Kamis (27/8/2026) pukul 08.30 WITA. Kolom abu mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak atau sekitar 4.084 meter di atas permukaan laut.
Letusan disertai dentuman keras yang membuat warga di Kabupaten Flores Timur dan Sikka panik. Setelah itu, PVMBG menaikkan statusnya menjadi Level III (Siaga).
5. Gunung Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara
Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, erupsi pada Sabtu (5/9/2026) pukul 03.32 WIT, beberapa jam setelah Anak Krakatau.
Kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak kawah. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke barat laut. Statusnya masih Level II (Waspada). Erupsi juga terjadi beruntun sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.28 WIT.
6. Gunung Dukono, Halmahera Utara
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, erupsi pada pertengahan hingga akhir Agustus 2026. Kolom abu mencapai sekitar 10 kilometer atau 10.000 meter di atas puncak.
Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 967,56 detik, disertai suara dentuman. Statusnya Level II (Waspada).
7. Gunung Merapi, Yogyakarta
Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih aktif. Kawasannya mencakup Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten.
Gunung ini ratusan kali mengeluarkan guguran lava dan awan panas guguran. Statusnya tetap Level III (Siaga) sejak awal tahun hingga September 2026.
Awan panas guguran signifikan terjadi antara lain pada 1 Februari, dua kali pada 6 Juli, serta Jumat (28/8/2026) pukul 21.22 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter ke barat daya (Kali Sat/Putih). Guguran lava pijar terjadi hampir setiap hari, mengarah ke sektor selatan dan barat daya seperti Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Sat/Putih, dengan jarak maksimum 2.000 meter.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama tujuh gunung api lainnya menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik di Indonesia. Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diimbau mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari otoritas terkait.
Indonesia Wajib Waspada! Delapan Gunung Api Erupsi, Anak Krakatau yang Terbaru
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
