Kabar Duka, Pendaki Legendaris Nirmal Purja Tewas Tertimbun Longsor di Pakistan
Dunia pendakian gunung kehilangan salah satu sosok paling berpengaruh. Pendaki asal Nepal, Nirmal Purja, dikonfirmasi meninggal dunia setelah tertimbun longsoran salju saat mendaki Broad Peak di Pakistan.
Kabar duka itu disampaikan perusahaan ekspedisinya pada Sabtu (1/8), setelah Nirmal Purja bersama sembilan pendaki lain dinyatakan hilang sejak 30 Juli akibat longsoran yang menerjang Broad Peak, gunung setinggi 8.051 meter yang dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling teknis di dunia.
Purja mengembuskan napas terakhir di usia 43 tahun, meninggalkan warisan luar biasa dalam sejarah pendakian gunung dunia.
Jenazah Purja dan sejumlah korban lainnya telah berhasil ditemukan melalui pemantauan drone. Namun hingga kini, seluruh jasad masih belum dapat dievakuasi karena berada di lokasi yang sangat berbahaya di kawasan Gilgit-Baltistan, Pakistan.
Direktur Seven Summit Treks, Chhang Dawa Sherpa, mengatakan proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian tinggi.
"Mereka sudah ditemukan dan diidentifikasi, tetapi masih berada di lokasi yang sangat sulit dijangkau sehingga belum bisa dievakuasi. Keselamatan tim penyelamat juga harus menjadi prioritas," ujarnya, dikutip dari The Business Standard, Minggu (2/8/2026).
Sosok yang Mengubah Sejarah Pendakian Dunia
Nama Nirmal Purja menjadi fenomena dunia pada 2019 ketika berhasil menaklukkan seluruh 14 gunung tertinggi di Bumi hanya dalam waktu enam bulan.
Catatan tersebut memecahkan rekor dunia dan mengubah cara banyak orang memandang batas kemampuan manusia di medan ekstrem.
Perjalanan bersejarah itu kemudian diangkat dalam film dokumenter Netflix "14 Peaks: Nothing Is Impossible", yang membuat nama Purja semakin dikenal di berbagai belahan dunia.
Sebelum menjadi pendaki profesional, Purja pernah mengabdi di militer Inggris sebagai anggota Gurkha sebelum bergabung dengan pasukan elite Special Forces.
Kematian Purja memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan.
Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, mengaku sangat terpukul atas tragedi tersebut.
"Perjalanan fisik para pendaki memang telah berhenti. Namun sejarah keberanian, dedikasi, dan kontribusi mereka akan selalu hidup dan terus menginspirasi," tulisnya melalui media sosial.
Ucapan duka juga datang dari Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, yang menyebut Purja sebagai sosok inspiratif.
"Saya sangat sedih mendengar kabar meninggalnya Nirmal Purja dan para pendaki lainnya. Ia adalah sosok inspiratif yang telah mengabdi selama bertahun-tahun di Angkatan Bersenjata kami dan petualangan luar biasanya dikenal di seluruh dunia," ungkapnya.
Sebagai informasi, tragedi terjadi sekitar tengah hari pada 30 Juli ketika longsoran salju menerjang rombongan pendaki di Broad Peak. Sebanyak 10 orang dilaporkan menjadi korban. Enam di antaranya merupakan warga Nepal, sementara empat lainnya berasal dari Pakistan, Oman, Amerika Serikat, dan China.
Tim penyelamat telah menggunakan drone dan pengintaian udara untuk memastikan lokasi para korban. Namun hingga kini, medan yang curam dan berbahaya masih menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
Pejabat pariwisata wilayah Gilgit-Baltistan, Sajid Hussain, mengatakan operasi penyelamatan masih terus berlangsung.
"Tim penyelamat telah berhasil mengidentifikasi lokasi para korban. Namun mereka belum dapat mengevakuasi dan membawa jenazah turun dengan aman," katanya.
Sumber: inews
Foto: Pendaki Gunung Nirmal Purja meninggal dunia di Pakistan. (Foto: Instagram)
Kabar Duka, Pendaki Legendaris Nirmal Purja Tewas Tertimbun Longsor di Pakistan
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
