Diam-Diam Pangeran MBS Telepon Trump, Minta AS Batalkan Serang Iran
Arab Saudi keberatan dengan rencana serangan terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Seperti dilaporkan beberapa media, AS dan Israel mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Iran, menargetkan infrastruktur energi, termasuk kilang minyak.
Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump, Sabtu (1/8/2026), Dia mengungkapkan keprihatinan mengenai rencana Trump melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
"Pihak Saudi menyatakan keprihatinan dan meminta kejelasan tentang rencana serangan tersebut," kata seorang sumber pejabat AS, kepada portal berita Axios, dikutip Minggu (2/8/2026).
Sumber pejabat lain mengatakan, MBS mendesak Trump untuk meredakan ketegangan dan membatakan serangan.
Pejabat Qatar juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, Utusan Khusus AS Steve Witkoff, dan perwakilan Oman untuk mencapai kesepakatan tentang pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kedua pihak dilaporkan mencapai kemajuan, meski belum jelas apakah upaya itu cukup untuk meredakan ketegangan atau tidak.
Stasiun televisi Iran Press TV sebelumnya melaporkan, Araghchi melakukan percakapan telepon dengan Menlu Saudi Faisal bin Farhan Al Saud. Pada kesempatan itu Araghchi memperingatkan Saudi dan negara-negara Timur Tengah lain tentang dampak atas peran mereka dalam membantu serangan AS terhadap Iran.
Sumber: inews
Foto: Pangeran MBS dilaporlkan berbicara dengan Donald Trump, mengungkapkan keprihatinan soal rencana serangan besar-besaran AS terhadap Iran (Foto: AP)
Diam-Diam Pangeran MBS Telepon Trump, Minta AS Batalkan Serang Iran
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
