Buntut Tewasnya Bambang di Pejompongan, Habib Bahar Tantang Preman-preman Jakarta, Lawan Ana
Oposisi Cerdas | Habib Bahar bin Smith mengunjungi keluarga Bambang Setiawan (59) warga Pejompongan Bendungan Hilir (Benhil) Jakpus yang tewas saat aksi kerusuhan Kamis (27/8) malam.
Buntut kematian Bambang yang diduga dikeroyok di jalan, Habib Bahar mengaku marah dan menantang semua preman-preman di Jakarta untuk melawannya.
Video tantangan Habib Bahar ini viral di media sosial, diunggah beberapa akun di Instagram antara lain @jakartainfoterkini.id, @rublikdepokcom, @haijakarta.id, @ahmadfahmichanel, dan akun lainnya.
"Kami akan kawal kasus ini yang menjadi korban kebiadaban ormas, Bapak Bambang, Fatur sampai meninggal dunia karena dikeroyok, dianiaya," ujar Habib Bahar seperti dilihat Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, tindakan yang diduga dilakukan Grib Jaya sudah masuk dalam tindakan pidana.
"Tindakan itu bagian dari kurang ajar, biadab. Pelaku-pelakunya wajib ditangkap dan diadili apalagi wajah-wajah para pelaku sudah ada beredar di media sosial semua sudah masuk dalam tindak pidana," ucapnya.
Menurutnya, banyak pasal yang bisa dikenakan kepada para pengeroyok yang menyebabkan tewasnya Bambang Setiawan misalnya Pasal 361 Ayat 3, Pasal 378, Pasal 340 KUHP.
Tak Gentar Hadapi Premanisme
Habib Bahar bin Smith menegaskan dirinya tidak akan gentar untuk menghadapi para premanisme.
"Siapa pun ormas-ormasnya mau itu Grib, BWI, atau siapa pun semua harus ditahan, tidak ada urusan. Sampai mengadu domba rakyat seperti itu, benar-benar biadab,” katanya.
“Mereka itu menjadi penjilat-penjilat pejabat, jadi penjaga, jadi pelindung, jadi anjing-anjingnya pejabat makanya mereka bisa semena-mena terhadap rakyat," ungkapnya.
Bahar juga menantang kepada Grib Jaya untuk menghadapinya bukan kepada rakyat kecil.
"Heh, buat preman-preman itu semua, kumpulin mereka semua menjadi satu preman-preman, siapa pun yang berbuat kemungkaran, kumpulin semuanya. Lawan ana (saya)," tuturnya.
"Heh, kelingking saya tidak akan gemetar menghadapi kalian semua preman biadab meski menjadi satu, kelingking saya tidak akan gemetar, mau siapa pun, mau Grib, mau BWI" tegasnya dengan nada menantang.
Sebagai penutup, Bahar bin Smith meminta kepada masyarakat untuk tidak takut melawan premanisme.
"Jadi mereka wajib ditangkap pelaku penganiayaan. Saya jaminkan, jika mereka atau preman berada di sisi penguasa, maka saya di sisi rakyat," tegasnya.
GRIB Bantah Terlibat
Sementara Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, melalui Kuasa Hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, membantah organisasinya terlibat kerusuhan usai demo 27 Agustus.
Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya membantah pihaknya terlibat kerusuhan yang terjadi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam.
“Saya mengatakan bahwa GRIB tidak terlibat di dalam kerusuhan tersebut. Secara institusi, kelembagaan ya, kami orang hukum pasti mengetahui jika ada pergerakan-pergerakan seperti itu,” kata Wilson Colling, Jumat (28/8/2026).
Tak ada instruksi dari Hercules kepada anggotanya untuk turun dalam demonstrasi pada Kamis.
Sebaliknya, Hercules menginstruksikan anggotanya untuk menjaga ketertiban umum dengan tidak ikut berdemonstrasi.
Hercules, kata Colling, menyampaikan bahwa tidak turun dalam aksi demonstrasi merupakan bentuk dukungan kepada aparat penegak hukum (APH) dalam menjaga ketertiban.
“Karena Jakarta adalah milik kita semua. Oleh karena itu kita jaga ketertiban jangan sampai ada masalah,” katanya dilansir kompascom.
“Untuk menjaga keamanan ketertiban adalah kita semua, termasuk GRIB juga menjaga kenyamanan, ketertiban untuk Jakarta yang damai, aman, dan nyaman,” tutur dia.
Adapun nama GRIB Jaya disebut-sebut warganet sebagai pihak yang berhadapan dengan warga di sekitar Pejompongan, Jakarta Pusat, saat terjadi kerusuhan.
GRIB Jaya juga dikaitkan dengan truk yang dibakar massa pada Kamis malam. Truk tersebut menjadi sasaran massa karena diduga mengangkut anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) yang membawa senjata atau pentungan bambu.***
Sumber: pojoksatu
Foto: Habib Bahar bertakziah ke rumah korban Bambang Setiawan yang tewas di kerusuhan Kamis 27 Agustus 2026. (tangkapan layar)
Buntut Tewasnya Bambang di Pejompongan, Habib Bahar Tantang Preman-preman Jakarta, Lawan Ana
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
