Viral Kucing Berhasil Deteksi Gempa Jepang Sesaat Sebelum Terjadi
Viral video seekor kucing yang bisa mendeteksi gempa hanya beberapa detik
sebelum guncangan kuat terjadi.
Momen kucing yang berhasil mendeteksi gempa sesaat sebelum terjadi itu viral
di media sosial usai gempa besar mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang pada
Selasa (28/7/2026).
Dalam video CCTV terlihat seekor kucing tengah rebahan di atas kasur. Namun
seketika kucing itu panik dan menyadari sesuatu hingga terbangun.
Sebelum guncangan kuat terjadi, kucing itu pun langsung melarikan diri.
Kucing itu berhasil melarikan diri dari ruangan sesaat sebelum bangunan
hancur karena guncangan gempa 7,1 magnitudo dengan kedalaman 10 km.
Netizen pun kagum dengan kepekaan kucing yang bisa mendeteksi gempa sesaat
sebelum gempa terjadi.
Sensorik kucing dianggap bisa menyelamatkan manusia di masa mendatang karena
guncangan gempa.
Menurut Al Jazeera, pertanyaan tentang apakah kucing dan hewan lain dapat
merasakan gempa bumi telah dipelajari oleh para ilmuwan Jepang selama
bertahun-tahun.
Beberapa kelompok penelitian berpendapat bahwa hewan dapat mendeteksi
perubahan lingkungan yang sangat halus sebelum tanah berguncang.
Namun, bukti saat ini masih belum cukup untuk memastikan bahwa mereka dapat
memprediksi gempa bumi secara andal.
Sebelumnya, situs web teknis seismologi ISAAC Anti Seismic, milik perusahaan
teknologi Italia dengan nama yang sama yang berbasis di Milan, mengutip
analisis oleh para peneliti dari Institut Geofisika dan Vulkanologi Italia
(INGV) tentang sebuah video terkenal yang direkam pada tahun 2018 yang
menunjukkan kucing-kucing di sebuah kafe di Osaka, Jepang.
Video tersebut menunjukkan banyak kucing secara bersamaan mengangkat kepala
mereka dan tampak waspada sekitar 10 detik sebelum gempa mengguncang
bangunan tersebut.
Menurut tim peneliti, reaksi kucing-kucing itu kemungkinan besar bukan
karena mereka "mengetahui sebelumnya" tentang gempa bumi, melainkan karena
mereka merasakan gelombang P (gelombang primer) – gelombang seismik yang
merambat paling cepat dan yang pertama muncul ketika gempa bumi terjadi.
Gelombang P biasanya lemah dan sulit dideteksi oleh manusia, tetapi spesies
dengan pendengaran dan persepsi getaran yang lebih baik dapat mendeteksinya
beberapa detik lebih awal. Ketika gelombang S (gelombang sekunder) tiba
setelahnya, getaran menjadi lebih kuat dan orang mulai merasakannya dengan
lebih jelas.
Hipotesis lain yang disebutkan oleh Al Jazeera adalah bahwa hewan mungkin
bereaksi terhadap perubahan medan listrik, medan magnet, atau tekanan udara
sebelum gempa bumi terjadi.
Namun, para seismolog menekankan bahwa hipotesis ini belum terbukti melalui
studi berulang dalam skala besar.
Banyak ahli juga mencatat bahwa dalam banyak kasus, reaksi hewan terhadap
getaran sebenarnya terjadi setelah gelombang P mencapai daerah tersebut. Ini
berarti gempa bumi telah dimulai, manusia hanya belum sempat
merasakannya.
Oleh karena itu, reaksi hewan tidak dapat dianggap sebagai alat untuk
memprediksi gempa bumi beberapa menit atau jam sebelumnya.
Namun dimuat Halodoc pada 373 SM, sejarawan mencatat bahwa hewan, termasuk
tikus, ular, dan musang, berbondong-bondong meninggalkan kota Yunani Helice
hanya beberapa hari sebelum gempa menghancurkan tempat itu.
Penjelasan tentang antisipasi hewan serupa terhadap gempa bumi telah muncul
selama berabad-abad sejak saat itu.
Ikan lele bergerak dengan ganas, ayam yang berhenti bertelur, dan lebah
meninggalkan sarangnya dengan panik sebelum terjadinya bencana.
Banyak pemilik hewan peliharaan yang mengaku telah menyaksikan kucing dan
anjing mereka bertingkah aneh sebelum gempa bumi; menggonggong atau merengek
tanpa alasan yang jelas, atau menunjukkan tanda-tanda gugup dan gelisah.
Sampai sekarang perilaku abnormal hewan masih menjadi misteri.
Menurut Andy Michael, ahli geofisika di USGS, hewan bereaksi terhadap begitu
banyak hal mulai dari kelaparan, mempertahankan wilayah mereka, kawin,
predator, sehingga sulit untuk memiliki studi terkontrol untuk mendapatkan
sinyal terjadinya gempa bumi.
Viral Kucing Berhasil Deteksi Gempa Jepang Sesaat Sebelum Terjadi
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
