Pesawat Militer AS Bawa 16 Personel Mendarat Darurat di Padang Saat Menuju Diego Garcia, Sepekan Terparkir
Sebuah pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) jenis Lockheed C-130T Hercules dilaporkan tertahan selama sepekan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Pesawat yang membawa 16 personel militer tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat saat tengah menempuh penerbangan dari Singapura menuju pangkalan militer Diego Garcia di Maladewa.
Kerusakan mesin di tengah cuaca buruk menjadi pemicu utama insiden ini.
Hingga Selasa (2/6/2026), pesawat jet militer tersebut masih berada di hanggar Susi Air BIM untuk menjalani proses perbaikan intensif dan uji kelayakan terbang.
Kronologi: Mati Mesin di Tengah Badai
General Manager BIM, Dony Subardono, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Senin (25/5/2026) sore, persis menjelang hari raya Idul Adha.
Otoritas bandara setempat mendadak menerima laporan darurat (emergency) dari menara pengawas (tower) Kolombo.
"Kami mendapat informasi dari tower Kolombo bahwa ada pesawat militer yang mengalami mati mesin pada nomor 3. Oleh tower, mereka diarahkan untuk mendarat di bandara terdekat, dan yang paling dekat dari jalur penerbangan mereka adalah BIM," ujar Dony saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (2/6/2026).
Situasi makin kritis karena wilayah udara yang dilalui pesawat saat itu sedang diamuk badai.
Berdasarkan regulasi penerbangan internasional, pihak BIM wajib membuka rute demi keselamatan jiwa.
Pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat pada pukul 17.56 WIB.
Demi menjaga kelancaran aktivitas penerbangan komersial, pesawat hercules tersebut langsung dievakuasi ke hanggar Susi Air.
Pemeriksaan Security Clearance dan Visa
Mengingat statusnya sebagai armada militer asing, mendaratnya pesawat ini langsung memicu koordinasi cepat skala tinggi.
Pihak bandara langsung menghubungi TNI Angkatan Udara (Lanud Sutan Sjahrir), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan Hubungan Luar Negeri (Hublu) dan Perangkat Customs, Immigration, Quarantine (CIQ).
Langkah berjenjang ini dilakukan untuk memastikan tidak ada indikasi pelanggaran wilayah udara atau misi ilegal.
Setelah dokumen jaminan dari Kedutaan Besar AS di Jakarta dan otoritas pusat keluar pada pukul 20.30 WIB, 16 personel militer AS tersebut diizinkan turun.
Mereka melewati prosedur biometrik keimigrasian resmi menggunakan skema Visa on Arrival (VoA).
Seluruh kru kemudian diistirahatkan di Hotel Santika, Padang, dengan pengawalan ketat dari Intelijen Udara, Kesbangpol, dan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda).
Kendala Suku Cadang dari Eropa
Proses evakuasi dan perbaikan memakan waktu hingga satu minggu akibat kendala birokrasi pengiriman serta adanya hari libur nasional di Indonesia.
Suku cadang mesin pengganti harus diterbangkan langsung dari Italia atau Jerman.
"Suku cadang beserta tim teknisi khusus baru tiba pada hari Minggu (31/5/2026) menggunakan pesawat komersial dari Singapura," ucap Dony.
Begitu onderdil tiba, tim teknisi langsung melakukan perbaikan maraton hingga malam hari dibantu alat penerangan dari pihak BIM.
Setelah melalui proses run up (pengujian mesin di darat) dan dinyatakan stabil, pesawat juga melakukan uji coba udara.
Pesawat Militer AS Bawa 16 Personel Mendarat Darurat di Padang Saat Menuju Diego Garcia, Sepekan Terparkir
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
