Adsterra

Breaking News

Sosok Kyai Ashari: Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang Terjerat Dugaan Pencabulan Puluhan Santriwati


Kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, kembali mengguncang masyarakat. Pelakunya diduga adalah Kyai Ashari (sering disebut oknum kiai berinisial A atau AS), pengasuh sekaligus pembina ponpes tersebut. Kasus ini mencuat ke publik pada akhir April 2026 dan memicu aksi demonstrasi massal pada 2 Mei 2026. Hingga kini, Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Pati, meski belum dilakukan penahanan.

Latar Belakang Sosok Kyai Ashari

Kyai Ashari dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo (juga dieja Ndolo Kusumo atau Ndholo Kusumo), sebuah lembaga pendidikan Islam yang fokus pada tahfidzul Quran. Ponpes ini dikelola secara gratis, sehingga banyak menampung santri dari kalangan yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Sebelum kasus ini merebak, Ashari aktif dalam kegiatan sosial keagamaan di Pati. Ia pernah menerima santunan untuk santri yatim piatu dari kelompok seperti Sahabat Ganjar pada 2023, dan ponpesnya kerap menjadi tempat acara keagamaan seperti tahlil dan sholawat.

Namun, di balik citra sebagai kiai pembina yang “memberi tanpa memungut biaya”, desas-desus perilaku tidak wajar terhadap santriwati sudah beredar sejak lama di kalangan warga setempat. Ponpes ini tidak berafiliasi resmi dengan organisasi seperti RMI NU, meski kerap dikaitkan dengan tradisi pesantren Nahdlatul Ulama.

Dugaan Pencabulan dan Modus Operandi

Menurut kuasa hukum korban, Advokat Ali Yusron, setidaknya 8 santriwati telah melapor secara resmi. Jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 50 orang, kebanyakan remaja putri kelas SMP (usia di bawah umur) dari kalangan rentan. Polresta Pati melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan sejak akhir April 2026.

Modus yang diduga dilakukan Ashari antara lain:
- Mengirim pesan WhatsApp pada tengah malam untuk meminta santriwati “menemaninya tidur” di kamar.
- Memanfaatkan status sebagai kiai dan pembina ponpes untuk mengancam korban dengan pemulangan atau tuduhan tidak taat.
- Melakukan kontak fisik tidak wajar dengan dalih “kebiasaan” atau “pengajaran agama”.

Kasus ini diduga berlangsung sejak 2024, namun laporan awal sempat mandek sebelum akhirnya bergulir kembali setelah korban berani bersuara.

Respons Masyarakat dan Pihak Berwenang

Puncak amarah publik terjadi pada Sabtu (2 Mei 2026) siang. Ribuan massa dari Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi), didukung GP Ansor Pati dan warga setempat, menggeruduk kediaman sekaligus ponpes Ashari. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Sang Predator”, “Pondok Tempat Belajar, Bukan Tempat Kurang Ajar”, dan “Tindak Tegas Pelaku Kejahatan Seksual”. Aksi berlangsung damai namun tegas, menuntut proses hukum yang adil dan evaluasi menyeluruh terhadap yayasan.

Yayasan Ndholo Kusumo yang dipimpin Ketua Ahmad Sodik langsung mengambil sikap tegas. Ashari dinonaktifkan dari segala kegiatan ponpes, dicopot dari keanggotaan yayasan, dan santri putri dipulangkan sementara. Kementerian Agama (Kemenag) juga menghentikan pendaftaran santri baru di ponpes tersebut untuk melindungi anak-anak.

Polresta Pati melalui Kasi Humas Ipda Hafid Amin dan Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid menyatakan kasus ditangani serius. Ashari sudah berstatus tersangka, namun hingga 3 Mei 2026 belum ditahan. Kuasa hukum korban Ali Yusron juga mengungkapkan adanya dugaan suap Rp300–400 juta yang ditawarkan pihak Ashari kepadanya, yang langsung ditolak.

Pelajaran dari Kasus Ini

Kasus Kyai Ashari menjadi sorotan nasional karena mencoreng citra pesantren sebagai lembaga pendidikan agama yang seharusnya aman dan terpercaya. Masyarakat Pati menuntut agar pelaku tidak hanya diproses hukum, tetapi juga ada reformasi sistem pengawasan di pondok pesantren, terutama yang berbasis gratis dan menampung anak rentan.

Hingga berita ini ditulis, proses hukum masih berjalan. Ashari belum memberikan keterangan resmi di media, sementara korban dan keluarga berharap keadilan segera ditegakkan. Kasus ini mengingatkan semua pihak bahwa jabatan dan kedudukan agama tidak boleh disalahgunakan untuk merusak masa depan generasi muda.

Sosok Kyai Ashari: Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang Terjerat Dugaan Pencabulan Puluhan Santriwati Sosok Kyai Ashari: Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang Terjerat Dugaan Pencabulan Puluhan Santriwati Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5

Tidak ada komentar