Adsterra

Breaking News

Ormas Islam Datangi Polda Metro, Laporkan Dugaan Intimidasi Hercules ke Ilma Sani


Sejumlah ormas Islam yang mengatasnamakan Koalisi Ormas Islam untuk Perlindungan Perempuan melaporkan Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules dan anggotanya ke Polda Metro Jaya. Laporan itu terkait dugaan persekusi dan intimidasi kepada anak penulis "Gibran The Next President" Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana.

"Hari ini, sesuai dengan rencana kami sebelumnya, bahwa kami dari tim pengacara yang tergabung dalam Koalisi Ormas Islam untuk Perlindungan Perempuan akan mendampingi, ya, Saudara Ilma Sani Fitriana untuk membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya," ujar perwakilan koalisi sekaligus Ketua Bidang Riset dan Advokasi LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Gufroni menjelaskan, pihaknya akan membuat dua laporan. Pertama, laporan ditujukan kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya.

Langkah ini dilakukan lantaran kliennya merasa diintimidasi hingga dipersekusi oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan ormas GRIB Jaya.

"Bahwa klien kami, Saudari Ilma, mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya ya, mendapatkan kekerasan verbal yang dilakukan oleh orang-orang yang mengatasnamakan ormas tersebut, dan tentu ini membuat klien kami terguncang jiwanya. Ada ketakutan yang luar biasa, di mana pada saat hari Minggu, tanggal 17 Mei, Saudari Ilma dibawa paksa oleh sekelompok orang menuju markas GRIB Jaya Pusat," ucap Gufroni.

"Di sana diinterogasi, dipaksa untuk mengakui bahwa Saudari Ilma yang melakukan pengiriman, pesan kepada Hercules dan istrinya yang berisikan ancaman-ancaman melalui WhatsApp-nya. Padahal itu bukan dilakukan oleh Ilma, dan sudah dijelaskan sebelum-sebelumnya bahwa handphone-nya diretas, ya WA di-hack sehingga pada saat kejadian itu memang dia tidak bisa mengoperasikan handphone-nya," imbuhnya. 

Bahkan, kata Gufroni, Ilma mendapat ancaman akan dipenjara hingga diintimidasi dengan senjata api. 

"Ya ditakut-takuti dengan pistol, lalu diletuskan, ya, dua kali, letusan ke bawah. Kemudian juga bapaknya akan diancam ditelanjangilah, kemudian anaknya untuk memvideokan, memvideokan dan seterusnya. Sehingga bagi kami, ini sudah masuk kepada tindak pidana, ya," tutur dia.

Selain itu, Gufroni mengatakan pihaknya juga akan membuat laporan ke Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya. Menurut dia, hal ini menjadi pangkal masalah Hercules marah terhadap kliennya.

"Ya, kami sudah punya bukti-bukti screenshot, tangkapan-tangkapan layar yang menunjukkan bahwa memang sebelum hari Minggu itu memang sudah ada, apa namanya, operasi ya, sehingga handphone-nya tidak bisa digunakan," ucapnya.

Gufroni mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah alat bukti seperti draf kronologi dugaan intimidasi dan persekusi hingga bukti WA kliennya diretas.

"Alat buktinya kita sudah siapkan ini draf laporannya, laporan tindak pidananya, uraian kejadiannya, kronologi-kronologisnya, kemudian bukti percakapan screenshot, ya, termasuk beberapa video," tutur dia.

Sebelumnya, Ilma Sani mengaku diintimidasi oleh anggota GRIB Jaya. Ilma juga mengaku dibawa ke markas GRIB Jaya dan bertemu Hercules.

Ilma Sani mengungkapkan kronologi dugaan intimidasi yang dilakukan Hercules dan anggotanya. Dia mengaku dipaksa mencopot jilbab, ditodong senjata api, hingga diancam ayahnya akan ditelanjangi.

"Beliau tidak percaya, akhirnya bilang, 'Kamu ini gimana sih, kamu kan perempuan kamu harusnya berbuat baik, copot saja itu jilbab kamu'. Saya merasa tidak adil diperlakukan seperti ini, 'Kalau misalnya bapak kamu ada di sini sudah saya telanjangin bapak kamu, nanti biar kamu yang videokan'," ujar Ilma di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Ilma mengaku sempat menolak ikut ke Kantor GRIB Jaya saat rumahnya didatangi empat anggota ormas tersebut. Dia mengaku dipaksa ikut dengan dalih akan dibuatkan surat bermeterai untuk menjamin keselamatannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya Marcel Gual mengatakan tudingan intimidasi itu tidak benar. Dia menilai narasi rumah Ahmad Bahar didatangi secara ilegal hingga Ilma Sani dibawa paksa adalah kebohongan yang tidak mendasar.

“Fakta lapangan, kedatangan Satgas GRIB Jaya ke kediaman Ahmad Bahar dilakukan secara terbuka, tertib, serta didampingi langsung oleh ketua RW setempat dan pihak kepolisian,” kata Marcel dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Dia mengatakan tindakan premanisme ataupun penculikan tidak mungkin dilakukan dengan melibatkan aparatur lingkungan dan aparat penegak hukum.

"Kehadiran ketua RW dan kepolisian menjadi bukti autentik bahwa proses tersebut berjalan persuasif, transparan, dan di bawah pengawasan otoritas wilayah demi menjembatani klarifikasi,” tutur dia.

Dia menerangkan, tudingan adanya tekanan verbal sepihak atau anak Ahmad Bahar disandera dalam ruangan tertutup merupakan dramatisasi untuk mencari simpati publik.

“Fakta lapangan, ketika berada di kantor DPP, anak Ahmad Bahar ditanyakan secara langsung di ruang publik/terbuka, disaksikan oleh banyak orang (termasuk tamu-tamu GRIB yang hadir), serta didampingi secara melekat oleh ketua RW-nya untuk memastikan keamanan yang bersangkutan,” ujar dia.

Sumber: inews
Foto: Kuasa hukum Ilma Sani Fitriana, Gufroni. (Foto: Achmad Al Fiqri)

Ormas Islam Datangi Polda Metro, Laporkan Dugaan Intimidasi Hercules ke Ilma Sani Ormas Islam Datangi Polda Metro, Laporkan Dugaan Intimidasi Hercules ke Ilma Sani Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5