Adsterra

Breaking News

Jenderal Ryamizard Ryacudu Wafat, Persahabatan Legendaris dengan Prabowo


Kabar duka menyelimuti dunia militer dan politik Indonesia. Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan dan sosok legendaris di tubuh TNI, meninggal dunia pada Minggu, 31 Mei 2026, pukul 14.03 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Ia berpulang di usia 76 tahun setelah menjalani perawatan panjang akibat sakit.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Jenazah kini dalam proses pemulasaran di rumah duka RSPAD sebelum dimakamkan sesuai protokol militer.

Ryamizard bukan sekadar pejabat tinggi negara—ia adalah sosok yang menjadi saksi bisu dan rekan setia perjalanan karier Presiden Joko Widodo, yang kini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Namun, hubungan paling intim dan paling dalam dalam hidupnya justru terjalin dengan sosok yang kini memimpin bangsa: Prabowo Subianto.

Keduanya adalah sesama taruna Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) angkatan 1970-an. Berbagi barak, latihan, dan pengalaman lapangan di masa-masa awal karier militer, mereka membina ikatan yang jauh melampaui jabatan atau hierarki. Dalam sebuah momen langka saat serah terima jabatan Menteri Pertahanan pada 24 Oktober 2019, Prabowo secara terbuka mengakui: “Semua rahasia saya, beliau tahu. Jangan banyak dibuka di sini,” ujarnya sambil tersenyum, mengungkap kepercayaan mendalam yang hanya bisa lahir dari persahabatan sejati di balik seragam tentara.

Ryamizard, yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI dan dikenal sebagai arsitek konsep Bela Negara, bukan hanya rekan kerja Prabowo—ia adalah mentor, sahabat, dan penjaga rahasia masa lalu yang tak pernah diungkap publik. Saat menyerahkan tongkat estafet ke Prabowo, Ryamizard menyampaikan pesan berat: “Tugas Menhan sangat berat. Harus ikut membantu Presiden, menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keamanan negara.”

Prabowo, yang saat itu baru saja dilantik sebagai Menteri Pertahanan, menjawab dengan penghormatan mendalam. “Terima kasih, Pak Ryamizard. Saya yakin semangat Anda untuk Merah Putih akan terus hidup, bahkan setelah Anda pergi,” ucapnya, menutup momen serah terima yang lebih dari sekadar administrasi—ia adalah transisi antar dua prajurit sejati yang memahami beban tanggung jawab negara lebih dari siapa pun.

Kini, dengan wafatnya Ryamizard, Indonesia kehilangan salah satu tokoh militer paling berintegritas dan paling setia pada prinsip. Ia bukan hanya jenderal yang pernah berperang melawan GAM di Aceh, bukan hanya pembela kedaulatan yang tak pernah kompromi—ia adalah sosok yang menjaga kehormatan persahabatan di tengah arus politik yang sering memisahkan teman.

Dalam sejarah militer Indonesia, nama Ryamizard Ryacudu akan selalu berdampingan dengan Prabowo Subianto—dua nama yang tak bisa dipisahkan, bukan karena kekuasaan, tapi karena kepercayaan yang dibangun di atas barak latihan, di bawah langit yang sama, dengan satu tujuan: menjaga Indonesia.

Jenderal Ryamizard Ryacudu Wafat, Persahabatan Legendaris dengan Prabowo Jenderal Ryamizard Ryacudu Wafat, Persahabatan Legendaris dengan Prabowo Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5