Adsterra

Breaking News

Ilma Sani Mengaku Diintimidasi Hercules, GRIB Jaya Buka Suara


Anak penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana mengadukan dugaan intimidasi yang dilakukan anggota dan pimpinan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Rosario de Marshall alias Hercules ke Komnas HAM. 

Ilma Sani mengungkapkan kronologi dugaan intimidasi yang dilakukan Hercules dan anggotanya. Dia mengaku dipaksa mencopot jilbab, ditodong senjata api, hingga diancam ayahnya akan ditelanjangi.

"Beliau tidak percaya, akhirnya bilang, 'Kamu ini gimana sih, kamu kan perempuan kamu harusnya berbuat baik, copot saja itu jilbab kamu'. Saya merasa tidak adil diperlakukan seperti ini, 'Kalau misalnya bapak kamu ada di sini sudah saya telanjangin bapak kamu, nanti biar kamu yang videokan'," ujar Ilma di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Ilma mengaku sempat menolak ikut ke Kantor GRIB Jaya saat rumahnya didatangi empat anggota ormas tersebut. Dia mengaku dipaksa ikut dengan dalih akan dibuatkan surat bermeterai untuk menjamin keselamatannya.

Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya Marcel Gual mengatakan tudingan intimidasi itu tidak benar. Dia menilai narasi rumah Ahmad Bahar didatangi secara ilegal hingga anaknya dibawa paksa adalah kebohongan yang tidak mendasar.

“Fakta Lapangan, kedatangan Satgas GRIB Jaya ke kediaman Ahmad Bahar dilakukan secara terbuka, tertib, serta didampingi langsung oleh ketua RW setempat dan pihak kepolisian,” kata Marcel dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Dia mengatakan tindakan premanisme ataupun penculikan tidak mungkin dilakukan dengan melibatkan aparatur lingkungan dan aparat penegak hukum.

"Kehadiran ketua RW dan kepolisian menjadi bukti autentik bahwa proses tersebut berjalan persuasif, transparan, dan di bawah pengawasan otoritas wilayah demi menjembatani klarifikasi,” tutur dia.

Dia menerangkan, tudingan adanya tekanan verbal sepihak atau anak Ahmad Bahar disandera dalam ruangan tertutup merupakan dramatisasi untuk mencari simpati publik.

“Fakta lapangan, ketika berada di kantor DPP, anak Ahmad Bahar ditanyakan secara langsung di ruang publik/terbuka, disaksikan oleh banyak orang (termasuk tamu-tamu GRIB yang hadir), serta didampingi secara melekat oleh ketua RW-nya untuk memastikan keamanan yang bersangkutan,” ujar dia.

Menurutnya, pihak Ahmad Bahar justru menggiring opini tentang trauma psikologis yang dialami anaknya. Dia mengatakan Ahmad Bahar justru sengaja menutup mata terhadap dampak destruktif dari tindakan digital mereka sendiri terhadap keluarga orang lain.

“Fakta serangan digital, konten kebencian yang diproduksi Ahmad Bahar tidak hanya menyerang figur Pak Hercules secara personal, tetapi sudah menyasar ranah domestik dengan melakukan doxing (penyebaran informasi pribadi secara ilegal) terhadap istri Pak Hercules,” ungkapnya.

“Akibat dari penyebaran informasi pribadi dan narasi rendahan tersebut, istri Pak Hercules mengalami trauma berat. Tindakan doxing ini adalah pelanggaran privasi serius yang nyata-nyata mengintimidasi ruang aman sebuah keluarga,” imbuh dia.

Dia menilai, Ahmad Bahar melalui berbagai konten digitalnya secara terbuka melakukan provokasi dan menantang debat Hercules. 

“Namun, ketika hendak ditemui untuk bertabayun dan meminta pertanggungjawaban atas trauma yang menimpa istri Pak Hercules, Ahmad Bahar justru bersikap tidak gentleman dengan bersembunyi dan kabur dari tempat,” katanya.

Dia menambahkan, kasus ini telah selesai dengan mediasi secara damai yang dilakukan di Polres Metro Depok.

“Bahkan, Ahmad Bahar sendiri telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Pak Hercules atas kesalahpahaman konten dan pesan-pesan ancaman yang dia buat,” jelas dia.

“Sangat disayangkan jika pascamediasi resmi, pihak keluarga Ahmad Bahar justru terus memproduksi narasi liar dan memutarbalikkan fakta lapangan demi mencari panggung simpati. Korban pertama dan utama dari lingkaran konflik ini adalah keluarga Pak Hercules, khususnya sang istri, yang privasi dan ketenangannya dirampas terlebih dahulu oleh konten tidak bertanggung jawab Ahmad Bahar,” pungkasnya.

Sumber: inews
Foto: Pimpinan GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshall. (Foto: Ary Wahyu Setiawan)

Ilma Sani Mengaku Diintimidasi Hercules, GRIB Jaya Buka Suara Ilma Sani Mengaku Diintimidasi Hercules, GRIB Jaya Buka Suara Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5