Breaking News

Rumah Dinas Bais TNI Diduga Lokasi Perencanaan Operasi Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus


Bangunan rumah dinas Bais TNI diduga menjadi lokasi perencanaan operasi penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

TIM Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) buka suara soal keberadaan rumah dinas Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (Bais TNI) tersebut.

Perwakilan TAUD, Muhamad Isnur menyatakan perlu ada pemeriksaan menyeluruh terhadap penghuni rumah tersebut.

"Ada office boy, penjaga keamanan, sampai cleaning service yang bisa jadi saksi," kata Isnur pada Selasa, 31 Maret 2026.

Menurut Isnur, pemeriksaan harus dilakukan untuk membuktikan benar atau tidaknya operasi penyerangan terhadap Andrie yang direncanakan di rumah tersebut.

"Siapa yang merencanakan apa, semua diungkap," ujar Isnur usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Senayan, Jakarta.

Dilansir dari Tempo, rumah dinas yang dimaksud berlokasi di Jalan Panglima Polim III Nomor 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kondisi rumah itu tampak kontras dengan bangunan lain yang ada di sekitar lokasi.

Rumah yang berada di sebelah sebuah kedai kopi itu dikelilingi pagar dengan satu gerbang besi yang tertutup sehingga menghalangi pandangan ke dalam.

Seluruh kaca jendela bangunan utama berwarna hitam dan tidak tembus pandang dari arah luar rumah.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait membenarkan bangunan itu merupakan aset milik Kementerian Pertahanan yang digunakan BAIS TNI.

“Jika ada penyalahgunaan, hal itu akan menjadi bagian dari penegakan hukum dan pemeriksaan internal,” kata Rico dalam keterangan tertulis kepada Tempo, Kamis, 26 Maret 2026.

Empat aparat penegak hukum yang ditemui Tempo secara terpisah menyebut para pelaku penyiraman air keras sempat berkumpul di rumah yang fotonya diburamkan di Google Maps tersebut.

Dua eksekutor diduga terekam kamera pengawas memasuki rumah itu setelah menyerang Andrie Yunus pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Berdasarkan informasi dari salah satu penegak hukum, sehari-hari rumah tersebut dihuni oleh tiga orang, yakni satu perwira menengah TNI dan dua warga sipil.

Versi lain menyebut dua anggota TNI dan satu warga sipil tinggal di alamat tersebut. Seorang perwira pertama TNI tercatat sebagai wajib pajak bangunan itu.

Mantan Kepala BAIS periode 2011–2013, Soleman B. Ponto, mengaku pernah menerima tawaran untuk menggunakan rumah di Jalan Panglima Polim III Nomor 11 sebagai rumah dinas.

Namun, ia menolak tawaran tersebut. “Jauh dari kantor,” kata Soleman.***

Sumber: pojoksatu
Foto: Korban penyiraman air keras aktivis Kontras, Andrie Yunus. (Instagram)

Rumah Dinas Bais TNI Diduga Lokasi Perencanaan Operasi Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus Rumah Dinas Bais TNI Diduga Lokasi Perencanaan Operasi Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar