Breaking News

Muncul Seusai Hormuz Ditutup, Mojtaba Khamenei: Iran Siap Beri AS dan Israel Kekalahan Lagi


Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengancam akan mengalahkan Amerika Serikat dan Israel di saat Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz.

Sementara Pakistan terus berupaya menggelar putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran.

Pemimpin Iran itu, dalam pernyataan di platform X, Sabtu (18/4/2026) ini, dalam rangka peringatan ke-47 pendirian Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Iran siap siaga untuk memberikan pelajaran.

Dalam pidatonya, Mojtaba Khamenei memuji peran Angkatan Bersenjata Iran dalam bertempur bersama-sama dengan para pejuang lainnya di Angkatan Bersenjata untuk mempertahankan tanah, perairan, dan bendera yang menjadi miliknya dengan gagah berani.

Dia menambahkan, “Tentara Iran telah menentang rencana jahat Amerika, sisa-sisa rezim Shah, dan para separatis yang ingin memecah belah Iran, dan telah menorehkan sejarah.”

Mojtaba belum muncul di depan umum sejak terpilih pada 9 Maret lalu sebagai pemimpin spiritual baru Iran setelah pembunuhan ayahnya, Ali Khamenei, pada 28 Februari lalu, hari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Teheran.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya di Iran mengatakan kendali atas Selat Hormuz telah kembali tertutup seperti semula.

Markas tersebut, dilansir Aljazeera, Sabtu (18/4/2026) menegaskan Selat itu kini berada di bawah pengelolaan dan pengawasan ketat oleh Angkatan Bersenjata Iran.

Dia menambahkan Iran sebelumnya telah menyetujui, berdasarkan kesepakatan sebelumnya dalam kerangka negosiasi dan dengan itikad baik, untuk mengizinkan sejumlah terbatas kapal tanker minyak dan kapal dagang melintasi Selat Hormuz secara teratur.

Markas menuduh Amerika Serikat terus melakukan apa yang dia sebut sebagai pelanggaran janji dan terus melakukan pembajakan dan perampokan laut di bawah dalih blokade.

Dia menjelaskan pengetatan kendali atas selat tersebut akan berlanjut kecuali Amerika Serikat mencabut pembatasan atas kebebasan lalu lintas kapal dari dan ke Iran secara penuh.

Ancaman Iran

Sebelum pengumuman pada Sabtu tentang penutupan kembali Selat Hormuz, Teheran memperingatkan jika kapal perang AS menghalangi kapal yang datang dari pelabuhan Iran.

Mereka mungkin akan menutup kembali jalur perdagangan yang biasanya dilalui sekitar 20 persen minyak mentah dan gas alam cair di dunia.

Sementara itu, Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengatakan, “Kami telah memperingatkan kalian dan kalian mengabaikannya, dan sekarang nikmatilah kembalinya Selat Hormuz ke keadaan semula.”

Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan pihak AS berusaha menggagalkan jalur diplomatik.

Dia menambahkan Teheran ingin Selat Hormuz tetap terbuka dan telah mengumumkan akan memfasilitasi lalu lintas pelayaran di sana, namun pihak Amerika Serikat berusaha menggagalkan jalur diplomatik.

Dia mengatakan Presiden AS Donald Trump sering berbicara dan mengucapkan hal-hal bertentangan dalam pernyataan yang sama.

Pejabat Iran tersebut menyoroti bahwa perang tidak akan membawa solusi positif apa pun dan Amerika harus menyadari bahwa era kolonialisme telah berlalu.

Khatibzadeh mengatakan: “Tidak akan ada blokade di masa depan dan tidak ada yang dapat memaksakan kehendaknya kepada Iran... Kami memasuki dua putaran negosiasi dengan niat baik, namun mereka mengkhianati diplomasi dan kami akan tetap waspada”.

Tembakan

Hal ini terjadi sementara situs “Tanker Trackers” yang memantau kontainer melaporkan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi memaksa dua kapal India untuk kembali keluar dari Selat Hormuz, dan insiden tersebut disertai dengan tembakan.

Situs tersebut menambahkan bahwa salah satu kapal tersebut adalah kapal tanker raksasa berbendera India yang mengangkut dua juta barel minyak Irak.

Surat kabar “Wall Street Journal” mengutip pernyataan pemilik kapal dan perantara pengiriman yang mengatakan sekitar 20 kapal yang sedang mengantre untuk melintasi Selat Hormuz, kembali ke arah Oman.

Surat kabar tersebut menambahkan kapal-kapal tersebut sedang menunggu untuk memasuki Teluk melalui Pulau Lark dan telah setuju untuk membayar biaya kepada Iran.

Komando Operasi Angkatan Laut Inggris menyatakan dua kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran menembaki kapal tanker dan kapal tersebut di Selat Hormuz.

Sumber-sumber di sektor pelayaran menyebutkan bahwa kapal-kapal komersial menerima pesan radio dari Angkatan Laut Iran mengenai penutupan Selat Hormuz dan larangan bagi kapal mana pun untuk melintas.

Seorang sumber di Perusahaan Minyak Basra mengatakan kepada Aljazeera bahwa kapal tanker India tersebut mencoba keluar dari Selat Hormuz setelah mendapat izin.

Sumber tersebut menambahkan bahwa kapal tanker tersebut mengangkut minyak Irak dan telah tertahan di selat tersebut sejak Maret lalu.

Sementara itu, Komando Pusat AS mengatakan bahwa 23 kapal telah mematuhi instruksi pasukan AS untuk kembali sejak diberlakukannya blokade laut terhadap Iran.

Putaran Kedua

Di sisi lain, Kantor Berita “Tasnim” Iran mengutip sumber yang digambarkannya sebagai orang yang mengetahui, yang mengatakan Teheran belum menyetujui putaran kedua negosiasi dengan Washington.

Sumber tersebut menambahkan bahwa Iran menilai Amerika Serikat telah mengajukan tuntutan berlebihan selama proses pertukaran surat.

Sumber mencatat bahwa pencabutan tuntutan tersebut oleh Washington akan menjadi salah satu syarat kami untuk melanjutkan negosiasi.

Sumber tersebut melanjutkan kepada kantor berita itu dengan mengatakan Teheran tidak ingin membuang-buang waktunya dalam negosiasi yang melelahkan dan tidak berguna.

Dia mengatakan, Iran telah menyampaikan syarat-syaratnya kepada Washington melalui perantara Pakistan, dan telah memberitahu perantara Pakistan bahwa mereka tidak menyetujui putaran kedua.

Presiden AS Donald Trump telah menegaskan, pada dini hari Sabtu ini, bahwa dia telah menerima kabar baik terkait Iran, sekaligus mengancam akan kembali memicu perang.

Hal ini setelah para pejabat AS mengungkapkan Senin mendatang mungkin menjadi tanggal terdekat untuk menggelar putaran kedua negosiasi antara AS dan Iran di Islamabad.

Trump mengatakan, “Kami menerima beberapa kabar baik 20 menit yang lalu, dan tampaknya segala sesuatunya berjalan lancar dengan Iran,” tanpa mengungkapkan isi kabar tersebut, namun dia menekankan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.

Presiden AS juga menyatakan kemungkinan besar gencatan senjata tidak akan diperpanjang jika ‌‌‌ ‌‌‌‌‌tidak tercapai kesepakatan hingga ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Rabu mendatang.

Ini merupakan hari terakhir gencatan senjata, dengan menyebutkan bahwa ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠blokade ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠AS ‌‌‌‌‌‌‌‌terhadap ‌‌‌‌‌‌‌‌pelabuhan ‌‌‌‌‌‌‌‌Iran akan berlanjut.

Trump melanjutkan, “Jadi, kami memiliki blokade, dan sayangnya kami harus mulai menjatuhkan bom lagi,” mengancam akan kembali berperang jika tidak tercapai kesepakatan sebelum berakhirnya gencatan senjata sementara.

Pada 8 April ini, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua pekan melalui mediasi Pakistan, sebagai langkah awal menuju negosiasi yang lebih luas yang bertujuan mengakhiri perang yang meletus pada 28 Februari lalu.

Putaran pertama negosiasi berakhir pada Ahad di Islamabad tanpa kesepakatan akhir.

Sumber: republika
Foto: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei berpose dengan senjata/Foto: X

Muncul Seusai Hormuz Ditutup, Mojtaba Khamenei: Iran Siap Beri AS dan Israel Kekalahan Lagi Muncul Seusai Hormuz Ditutup, Mojtaba Khamenei: Iran Siap Beri AS dan Israel Kekalahan Lagi Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar