Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
Gelombang spekulasi menyelimuti serangkaian kematian dan hilangnya sejumlah ilmuwan di laboratorium nuklir pemerintah Amerika Serikat.
Isu ini semakin panas setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal adanya kemungkinan sesuatu yang tidak biasa di balik kasus tersebut.
“Saya baru saja keluar dari pertemuan soal itu, ini hal yang cukup serius. Semoga hanya kebetulan,” kata Trump kepada wartawan, Kamis waktu setempat seperti dilansir dari CBS News.
Trump menambahkan, beberapa dari individu yang terlibat adalah sosok penting dan kasusnya akan ditelusuri lebih lanjut.
Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya 11 ilmuwa yang terkait dengan teknologi nuklir dan luar angkasa dilaporkan meninggal atau hilang.
Para korban emiliki hubungan dengan fasilitas seperti Jet Propulsion Laboratory milik NASA dan Los Alamos National Laboratory.
Presiden AS, Donald Trump. [IG/@realdonaldtrump]
Media sosial pun ramai dengan teori konspirasi, mulai dari dugaan sabotase hingga upaya melemahkan program nuklir dan antariksa AS.
Namun, para penyelidik dan pejabat yang terlibat dalam investigasi kasus ini menilai tidak ada indikasi keterkaitan antar kasus tersebut.
Sumber pemerintah menyebut FBI tidak melihat pola mencurigakan dalam insiden-insiden ini.
Penanganan kasus ini lebih banyak dilakukan oleh Departemen Energi AS, yang membawahi sejumlah fasilitas terkait.
“FBI mengetahui situasi ini dan memberikan bantuan jika diminta, tetapi biasanya bukan pihak utama dalam kasus seperti ini,” ujar juru bicara FBI, Ben Williamson.
Badan Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) juga mengonfirmasi tengah mencermati kekhawatiran publik. “Kami mengetahui laporan terkait pegawai di fasilitas kami dan sedang meninjau masalah ini,” kata perwakilan NNSA.
Sejumlah pejabat mengakui pola kasus ini memang “mengundang tanda tanya”. Namun, mereka menegaskan belum ada bukti yang mengarah pada operasi spionase atau konspirasi besar.
“Orang memang bisa meninggal karena berbagai hal—stroke, penyakit jantung, bunuh diri, atau kejahatan jalanan,” ujar mantan pejabat Departemen Energi.
Pejabat itu bilang bahwa tidak semua pekerja di fasilitas nuklir memiliki akses ke informasi rahasia.
Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah hilangnya Mayor Jenderal (Purn) William Neil McCasland di New Mexico sejak Februari lalu.
Korban terakhir terlihat meninggalkan rumah tanpa ponsel, hanya membawa sepatu hiking, dompet, dan revolver.
Spekulasi pun berkembang, termasuk dikaitkan dengan program militer rahasia hingga UFO. Namun, sang istri membantah keras.
“Sangat tidak masuk akal jika dia diculik untuk mengorek rahasia lama,” tulisnya.
Kasus lain melibatkan ilmuwan roket Monica Jacinton Reza yang hilang saat mendaki di California, serta beberapa pegawai Los Alamos yang juga dilaporkan menghilang.
Selain itu, beberapa kematian ternyata dipicu faktor personal, termasuk pembunuhan oleh kenalan lama dan tekanan psikologis.
Pakar keamanan nuklir menilai tidak ada benang merah yang jelas.
“Kasus-kasus ini tersebar dalam beberapa tahun dan tidak terkait erat satu sama lain,” kata Joseph Rodgers dari Center for Strategic and International Studies.
Scott Roecker dari Nuclear Threat Initiative menambahkan, bahkan jika ada aktor asing, dampaknya tidak akan signifikan.
“AS memiliki ribuan ilmuwan dan infrastruktur kuat. Tidak ada keuntungan strategis dari menargetkan segelintir individu,” ujarnya.
Hingga kini, aparat penegak hukum menegaskan sebagian besar kasus masih dalam penyelidikan terpisah.
Tidak ditemukan bukti kuat adanya konspirasi besar, meski perhatian publik terus meningkat.
Berikut 11 Ilmuwan Nuklir AS yang Hilang Misterius:
- Steven Garcia, 48
- William 'Neil' McCasland, 68
- Anthony Chavez, 79
- Melissa Casias, 54
- Monica Reza, 60
- Nuno Loureiro, 47
- Carl Grillmair, 67
- Michael David Hicks, 59
- Frank Maiwald, 61
- Jason Thomas, 45
- Amy Eskridge
Sumber: suara
Foto: Misteri Hilangnya 10 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini [CBS News]
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:


Tidak ada komentar