China - Rusia Waspada! AS Percepat Produksi Senjata Hipersonik MACE Blackbeard, Seperti Apa Kehebatannya?
Pengembangan teknologi militer kembali memasuki babak baru setelah Angkatan Laut Amerika Serikat mempercepat program senjata hipersonik melalui proyek Multi-mission Affordable Capacity Effector (MACE).
Program ini diproyeksikan menjadi tulang punggung serangan cepat di masa depan, dengan sistem andalan bernama Blackbeard yang kini mulai masuk tahap produksi massal.
Dalam dokumen anggaran Tahun Fiskal 2027, MACE disebut sebagai salah satu proyek prioritas. Sebanyak 353 unit amunisi hipersonik akan diproduksi pada tahap awal dengan pendanaan sekitar 156 juta dolar AS. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat secara signifikan, bahkan bisa mencapai lebih dari 1.300 unit per tahun pada 2031.
Blackbeard sendiri merupakan hasil pengembangan perusahaan Castellion yang berhasil memenangkan seleksi program MACE. Keunggulan utama sistem ini terletak pada kombinasi kecepatan hipersonik, presisi tinggi, serta kemampuan produksi dalam skala besar. Tak hanya itu, sistem ini juga dirancang fleksibel untuk digunakan di berbagai platform militer.
Beberapa jet tempur canggih seperti F/A-18E/F Super Hornet dan F-35C Lightning II menjadi platform utama peluncuran Blackbeard. Bahkan, F-35C mampu membawa hingga empat unit amunisi di dalam ruang senjata internal tanpa mengorbankan kemampuan silumannya.
Dari sisi jangkauan, Blackbeard disebut memiliki kemampuan setara dengan AGM-158C LRASM, yakni lebih dari 200 mil laut dan berpotensi mencapai hingga 500 mil laut. Namun, pendekatan desainnya lebih fokus pada serangan presisi terhadap target yang sensitif terhadap waktu, bukan sekadar daya hancur besar.
Percepatan program ini juga tak lepas dari ketatnya persaingan global, terutama dengan China dan Rusia yang lebih dulu mengembangkan teknologi serupa. Rusia, misalnya, telah memperkenalkan sistem seperti Kinzhal dan Avangard, sementara China terus mempercepat inovasi kendaraan luncur hipersonik.
Langkah Amerika Serikat ini menunjukkan perubahan strategi militer modern yang kini lebih menitikberatkan pada kecepatan, presisi, dan kemampuan menyerang dalam waktu singkat. Senjata hipersonik tidak lagi sekadar proyek eksperimental, melainkan telah memasuki fase industrialisasi dengan produksi massal.
Dalam jangka panjang, kehadiran Blackbeard berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan global. Sistem pertahanan konvensional diprediksi akan semakin sulit menghadapi ancaman hipersonik, sehingga memicu perlombaan senjata baru yang lebih kompleks.
Dengan demikian, program MACE bukan hanya soal peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat, tetapi juga menjadi simbol transformasi peperangan modern menuju era teknologi tinggi yang lebih cepat, adaptif, dan presisi. (*)
Sumber: fin
Foto: Serangan rudal/Ilustrasi
China - Rusia Waspada! AS Percepat Produksi Senjata Hipersonik MACE Blackbeard, Seperti Apa Kehebatannya?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar