BUKAN ULAMA! Ini Orang Indonesia Pertama yang Naik Haji, Siapa Dia?
Banyak yang mengira orang Indonesia pertama yang menunaikan ibadah haji berasal dari kalangan ulama. Namun, fakta sejarah justru menunjukkan hal berbeda. Sosok perintis perjalanan haji dari Indonesia ternyata seorang bangsawan. Sekaligus pedagang sukses dari tanah Sunda. Namanya: Bratalegawa, atau yang dikenal sebagai Haji Purwa.
Bratalegawa merupakan putra kedua Prabu Guru Pangandiparamarta Jayadewabrata (Bunisora), penguasa Kerajaan Galuh (1357-1371) -- wilayah Ciamis, Jawa Barat.
Bratalegawa, yang lahir pada tahun 1272 Saka atau sekitar 1350 Masehi, memilih jalan hidup berbeda dari keluarga kerajaan. Tak berminat memperebutkan takhta.
Dia memilih menjadi saudagar lintas samudra. Melalui jaringan dagangnya, ia berlayar hingga ke Sumatera, Malaka, China, India, hingga Persia.
Perjalanan bisnis inilah yang akhirnya menuntun sang pangeran menuju Makkah untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Menjadi Haji Baharuddin al-Jawi di Makkah
Titik balik spiritual Bratalegawa terjadi saat ia bertemu dan menikahi Farhana, seorang perempuan muslim asal Gujarat, India.
Pasangan ini kemudian berlayar menuju Semenanjung Arab dan menetap di Makkah. Di Tanah Suci itulah, Bratalegawa tidak hanya beribadah.
Tetapi mendalami ilmu agama hingga dikenal dengan nama Haji Baharuddin al-Jawi.
Sekembalinya ke Nusantara, keberanian dan kepeloporannya membuat ia mendapat julukan Haji Purwa (Purwa berarti pertama/permulaan).
Kisah ini diabadikan dalam manuskrip kuno seperti Carita Parahiyangan dan Naskah Pangeran Wangsakerta, yang memperkuat statusnya sebagai pionir haji di tanah Jawa.
Berdasarkan buku Catatan Sejarah Haji Nusantara disebutkan Bratalegawa adalah pangeran yang memilih jalur niaga dan spiritual.
Perjalanannya ke Makkah bukan sekadar ibadah, tapi pembuka gerbang hubungan budaya antara Nusantara dan pusat peradaban Islam di Arab.
Meski nama Haji Purwa sangat dominan, beberapa literatur sejarah mencatat kemungkinan tokoh lain yang juga menjadi pelopor haji dari kepulauan Nusantara:
- Laksamana Malaka: Disebutkan dalam buku Naik Haji di Masa Silam, ia kemungkinan telah berhaji pada tahun 1482 M.
- Pangeran Abdul Dohhar: Putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten ini tercatat berangkat haji sekitar tahun 1630 M bersama rombongan besar.
- Koneksi Sriwijaya: Ada spekulasi kuat hubungan diplomatik Raja Sri Indravarman dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada abad ke-8 telah membuka peluang jemaah awal menuju Makkah jauh sebelum abad ke-14.
Perjalanan Laut Selama 2 Tahun Pergi Pulang
Perlu diingat bahwa pada masa Haji Purwa hidup, perjalanan menuju Baitullah adalah misi antara hidup dan mati.
Tanpa kapal uap atau pesawat, jemaah harus menumpang kapal dagang kayu dan bergantung pada angin musim.
Perjalanan pergi-pulang bisa memakan waktu hingga 2 tahun. Para pionir haji ini harus menghadapi badai, perompak, hingga wabah penyakit di tengah laut.
Kegigihan Haji Purwa dan para pendahulu ini menjadi fondasi bagi tradisi haji yang sangat kuat di Indonesia hingga saat ini.
Sumber: fin
Foto: BUKAN ULAMA, Ini Orang Indonesia Pertama yang Naik Haji/Net
BUKAN ULAMA! Ini Orang Indonesia Pertama yang Naik Haji, Siapa Dia?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar