Breaking News

Trump Sebut MBS Penjilat di Depan Forum Investor Saudi


Presiden AS Donald Trump terekam melayangkan komentar bernada merendahkan terhadap Pangeran Saudi Muhammad bin Salman (MBS). Ini ia sampaikan di tengah dukungan yang selama ini diberikan Saudi kepada Amerika belakangan.

Dalam rekaman yang dilansir lembaga penyiaran publik AS, C-SPAN, Trump melontarkan hal tersebut dalam pidatonya pada helatan Saudi Investors Forum di Miami pada 27 Maret lalu. 

Dalam pidatonya, Trump kembali merepet soal berbagai capaiannya sebagai presiden AS. Ia kemudian melontarkan banyak puja-puji kepada Pangeran MBS yang saat ini merupakan pemimpin Saudi de facto. 

“Dia memiliki sekitar 700 gelar dan saya katakan bahwa dia memiliki lebih banyak gelar daripada manusia mana pun. Dia pantas mendapatkannya karena dia adalah seorang pemenang.”

Sehebat-hebatnya MBS, kata Trump ia kini harus menjilat AS. “Dia tak menyangka ini bakal terjadi. Dia tak menyangka sekarang harus mencium pantat saya. Dia kira saya seperti presiden Amerika lain yang merupakan pecundan di negara yang sedang terpuruk,” kata Trump menggunakan istilah Inggris yang menggambarkan penjilat.

Dengan kondisi terkini, Trump menyiratkan MBS mau tak mau harus baik-baik dengan AS. “Serang di harus baik-baik dengan saya. Bilang sama dia sekarang dia harus baik-baik dengan saya,” kata Trump ditingkahi gelak tawa peserta forum.

Dalam pidato itu, ia juga mengeklaim sejumlah negara Teluk akan bergabung dengan skema normalisasi dengan Israel selepas serangan ke Iran yang dilancarkan belakangan. “Saya bilang ‘Muhammad… kami sudah mengalahkan mereka (Iran) dan sekarang kita harus mewujudkan Perjanjian Abraham,” ujar Trump.

Perjanjain Abraham diinisiasi Trump pada periode pertama jabatannya 2020 lalu. Bahrain, Uni Emirat Arab, kemudian Maroko dan Sudan bergabung dalam perjanjian normalisasi dengan Israel yang imbalannya bantuan militer AS tersebut. 

Sebelumnya, serangan Iran terhadap sebuah pangkalan di Arab Saudi telah melukai sedikitnya 12 tentara Amerika, dua di antaranya serius, media AS melaporkan pada Sabtu. Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap negara-negara Teluk yang menaungi landasan untuk serangan AS yang dimulai dalam operasi gabungan dengan Israel pada 28 Februari.

Serangan terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi mencakup setidaknya satu rudal dan beberapa drone, The New York Times dan The Wall Street Journal melaporkan, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya. Para prajurit berada di dalam gedung di pangkalan itu ketika serangan terjadi.

Beberapa pesawat pengisi bahan bakar di udara juga mengalami kerusakan dalam serangan itu, kata laporan tersebut. Arab Saudi sebelumnya telah mencegat beberapa rudal yang ditembakkan di dekat pangkalan tersebut.

Tiga belas anggota militer AS telah terbunuh sejak konflik dengan Iran pecah, dengan tujuh orang tewas di Teluk dan enam di Irak. Lebih dari 300 orang lainnya terluka. Menurut Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins, “sebagian besar” korban luka ringan, dan sebagian besar tentara telah kembali bertugas.

Pejabat AS yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa 10 tentara masih terluka parah.  Setidaknya dua pesawat pengisi bahan bakar udara KC-135 juga mengalami kerusakan parah dalam serangan tersebut. 

Serangan ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump bolak-balik antara menjanjikan perdamaian dan meningkatkan serangan yang ditujukan terhadap infrastruktur sipil yang penting. 

Trump mengatakan bahwa perundingan perdamaian sedang berlangsung, dan berjalan dengan baik – sebuah klaim yang dibantah oleh para pejabat Iran. Sementara lebih banyak kapal perang dan ribuan tentara telah dikerahkan untuk memperkuat pasukan AS di wilayah tersebut.

Sumber: republika
Foto: Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump, pada KTT para pemimpin G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019/Foto: Bandar Algaloud/Kantor Kerajaan Saudi

Trump Sebut MBS Penjilat di Depan Forum Investor Saudi Trump Sebut MBS Penjilat di Depan Forum Investor Saudi Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar