Pasukan AS Kocar-kacir Sembunyi ke Hotel Four Seasons dan Sheraton di Timur Tengah, Iran Kirim Ultimatum Serangan ke Pemilik!
Intelijen Iran melaporkan bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) kocar-kacir dari serangan rudal drone. Mereka melarikan diri ke properti sipil.
Di antaranya, bersembunyi dengan modus menginap pada sejumlah hotel di Bahrain dan UEA. Bahkan laporan menyebut personel militer AS juga telah membangun kehadirannya di pangkalan logistik di dekat bandara lama Beirut.
Karena itu, Iran telah mengeluarkan ultimatum kepada pemilik hotel di Bahrain dan Uni Emirat Arab yang menampung personel militer AS tersebut.
“Teheran menyebut properti mereka sebagai target militer yang sah,” demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Pemerintah Iran, Fars, mengutip Sabtu 29 Maret 2026.
Fars melaporkan, pasukan AS telah berlindung di hotel-hotel regional setelah serangan rudal Iran dan operasi gabungan dengan kelompok militan sekutu yang menargetkan infrastruktur militer Amerika di seluruh Timur Tengah.
Peringatan tersebut mencakup fasilitas apa pun yang menampung personel militer asing dan berlaku segera jika aktivitas tersebut berlanjut, sebut kantor berita China, Xinhua.
Lebih rinci, laporan juga mengklaim personel AS telah membangun kehadirannya di Republic Palace, Four Seasons, dan Hotel Sheraton di Damaskus.
Marinir AS dilaporkan dipindahkan pada pekan kemarin ke Bandara Internasional Djibouti melalui Istanbul dan Sofia.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memperingatkan hotel-hotel di negara-negara Teluk Arab agar tidak menerima personel militer AS.
Araghachi menuduh para tentara tersebut melarikan diri dari pangkalan mereka dan menggunakan lokasi sipil sebagai tameng.
"Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) untuk bersembunyi di hotel dan kantor. Mereka menggunakan warga GCC sebagai perisai manusia," tulis Araghchi di platform media sosial X.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan hotel-hotel di Amerika Serikat, yang menurutnya menolak pemesanan kepada perwira yang dapat membahayakan pelanggan, dan mendesak hotel-hotel di Teluk untuk mengadopsi praktik yang sama.
Pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota Iran lainnya.
Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, komandan militer senior, dan warga sipil.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan Israel dan AS, serta memperketat kendali atas Selat Hormuz, memblokir kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat. ***
Sumber: konteks
Foto: Rudal Iran kini diarahkan ke hotel-hotel di Bahrain dan UEA, tempat pasukan AS bersembunyi. (Foto: Tasnim)
Pasukan AS Kocar-kacir Sembunyi ke Hotel Four Seasons dan Sheraton di Timur Tengah, Iran Kirim Ultimatum Serangan ke Pemilik!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar