Breaking News

Trump Bohong Lagi, Ternyata Rudal Iran Masih Banyak


Klaim Presiden AS Donald Trump bahwa serangan negaranya bersama Israel berhasil menghabisi sebagian besar kemampuan rudal Iran ternyata isapan jempol belaka. Estimasi internal AS ternyata hanya bisa memastikan sepertiga rudal Iran yang berhasil dihancurkan.

Presiden Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Kamis bahwa Amerika Serikat “melumpuhkan” sebagian besar kemampuan rudal dan sistem militer utama Iran. Ia kemudian memberi Teheran waktu 10 hari untuk memenuhi tuntutan AS.

Ternyata, Amerika Serikat hanya dapat menentukan dengan pasti bahwa mereka telah menghancurkan sekitar sepertiga dari persenjataan rudal Iran lewat agresi yang nyaris memasuki sebulan ini. Llima orang yang mengetahui informasi intelijen AS mengatakan hal itu kepada Reuters.

Status sekitar sepertiga lainnya kurang jelas namun pemboman kemungkinan besar merusak, menghancurkan atau mengubur rudal-rudal tersebut di terowongan bawah tanah dan bunker, kata empat sumber. Sumber-sumber tersebut berbicara dengan syarat anonimitas mengingat sifat sensitif dari informasi tersebut.

Salah satu sumber mengatakan informasi intelijen serupa dengan kemampuan drone Iran, dan ada kepastian bahwa sepertiganya telah dihancurkan.

Penilaian tersebut, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar rudal Iran hancur atau tidak dapat diakses, Teheran masih memiliki persediaan rudal yang signifikan dan mungkin dapat menemukan beberapa rudal yang terkubur atau rusak setelah pertempuran berhenti.

Informasi intelijen ini berbeda dengan pernyataan publik Presiden AS Donald Trump kemarin yang menyatakan bahwa Iran “hanya memiliki sedikit roket yang tersisa”. Dia juga tampaknya mengakui ancaman dari sisa rudal dan drone Iran terhadap operasi AS di masa depan untuk menjaga Selat Hormuz yang penting secara ekonomi.

Pentagon dan Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar. Serangan AS telah mencapai lebih dari 10.000 sasaran militer Iran pada hari Rabu dan, menurut Komando Pusat, telah menenggelamkan 92 persen kapal besar angkatan laut Iran.

Namun, Komando Pusat menolak untuk menyatakan secara pasti berapa banyak kemampuan rudal atau drone Iran yang telah dihancurkan.

Salah satu sumber mengatakan sebagian masalahnya adalah menentukan berapa banyak rudal Iran yang disimpan di bunker bawah tanah sebelum perang dimulai. AS belum mengungkapkan perkiraannya mengenai jumlah persediaan rudal Iran sebelum perang.

Seorang pejabat senior AS menyuarakan keraguan mengenai kemampuan AS dalam menilai kemampuan rudal Iran secara akurat, sebagian karena tidak jelas berapa banyak rudal yang berada di bawah tanah dan dapat diakses dengan cara tertentu. “Saya tidak tahu apakah kita akan mempunyai angka yang akurat,” kata pejabat itu.

Sejak Kamis pagi,  Iran menghantam Israel dengan tujuh salvo rudal dalam beberapa jam. Serangan balasan itu, melukai sembilan orang di Israel dan Tepi Barat dan menyebabkan kerusakan ketika hulu ledak curah ster menyebarkan submunisi ke wilayah yang luas.

Teheran juga terus menyerang negara-negara tetangganya di Teluk dengan rudal dan drone. Dua orang tewas di Abu Dhabi akibat puing-puing rudal yang dicegat, kata kantor media emirat tersebut, seraya menambahkan bahwa tiga orang lainnya terluka dan beberapa kendaraan rusak.

Tujuh salvo rudal balistik ditembakkan ke Israel dalam hitungan jam pada Kamis pagi, setelah jeda sekitar 14 jam sebelumnya. Serangan tersebut berulang kali menyebabkan jutaan orang mencari perlindungan di Israel tengah dan utara, yang juga menghadapi serangan bersamaan dari kelompok teror Hizbullah di Lebanon. Rudal pertama berhasil dicegat, tanpa ada laporan korban luka atau kerusakan.

Dalam serangan kedua pagi itu, lima orang terluka ringan akibat dampak bom cluster di pusat kota Kafr Qasim, kata petugas medis.

Beberapa submunisi dari rudal balistik Iran menghantam kota tersebut, menyebabkan kerusakan. Rekaman menunjukkan salah satu dari bom tersebut menghantam kawasan pemukiman, menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah dan membuat kendaraan terjatuh di udara.

Sumber: republika
Foto: Foto: REUTERS
Petugas pemadam kebakaran Israel berupaya memadamkan api di sebuah mobil di lokasi terkena proyektil setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel. -

Trump Bohong Lagi, Ternyata Rudal Iran Masih Banyak Trump Bohong Lagi, Ternyata Rudal Iran Masih Banyak Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar