Satu Juta Pejuang Iran Siap Bertempur Darat Ciptakan Neraka Bagi AS, Jawaban Tegas Dikirim ke Trump
Di tengah reruntuhan infrastruktur dan duka mendalam pasca-gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, Iran kini menyiagakan 'benteng manusia' yang sangat masif.
Lebih dari satu juta pejuang iran dilaporkan telah dimobilisasi untuk menghadapi kemungkinan invasi darat Amerika Serikat di garis depan selatan.
Laporan dari sumber militer yang dikutip media Tasnim pada Kamis (26/3/2026) mengungkapkan adanya gelombang antusiasme dari pemuda Iran yang membanjiri pusat-pusat Basij dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Mereka bersiap menciptakan apa yang mereka sebut sebagai "neraka historis" jika kaki pasukan asing menginjakkan kaki di tanah Iran.
Sumber militer menuturkan gelombang antusiasme telah muncul di antara para pejuang darat Iran untuk menciptakan neraka historis bagi Amerika di tanah Iran.
Sumber tersebut mencatat bahwa selain mengorganisir lebih dari satu juta pejuang untuk pertempuran darat, dalam beberapa hari terakhir telah terjadi peningkatan besar permintaan dari pemuda Iran yang ditujukan kepada pusat-pusat Basij, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan Angkatan Darat untuk juga berpartisipasi dalam pertempuran ini.
“AS ingin membuka Selat Hormuz dengan taktik bunuh diri dan penghancuran diri; itu tidak masalah. Kami siap untuk strategi bunuh diri mereka dieksekusi dan agar Selat tetap tertutup,” tambah sumber militer tersebut.
Strategi 'Bunuh Diri' di Selat Hormuz
Situasi di Selat Hormuz kini menjadi pertaruhan hidup dan mati bagi ekonomi global.
Sumber militer tersebut menuding AS berusaha membuka paksa selat tersebut dengan taktik yang agresif.
Iran menegaskan bahwa kedaulatan atas jalur pelayaran vital ini adalah hak alami yang tidak bisa ditawar, sekaligus menjadi jaminan agar komitmen perdamaian benar-benar dijalankan oleh pihak lawan.
Diplomasi di Balik Bayang-Bayang Ketidakpercayaan
Meski genderang perang ditabuh kencang, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup, meski kini diselimuti kabut skeptisisme yang tebal.
Iran secara resmi telah mengirimkan tanggapan atas 15 poin proposal yang diajukan Amerika Serikat melalui perantara pada Rabu (26/3/2026) malam.
Namun, jawaban Teheran bukanlah sebuah penyerahan diri.
Iran mengajukan syarat-syarat yang tajam dan berat, yaitu:
Penghentian total tindakan agresif dan pembunuhan.
Jaminan konkret agar perang tidak terulang kembali.
Pembayaran ganti rugi dan reparasi perang yang jelas.
Pengakhiran perang di seluruh front, termasuk bagi kelompok perlawanan regional.
Tudingan Proyek Penipuan Ketiga
Bagi Teheran, tawaran negosiasi dari Washington dicurigai sebagai proyek penipuan ketiga.
Ada tiga tujuan tersembunyi yang dituduhkan Iran di balik sikap manis Amerika di meja perundingan.
Di mana AS membangun citra damai di mata dunia, menekan harga minyak global agar tetap rendah, serta membeli waktu untuk mempersiapkan serangan darat baru.
"Jika sebelumnya Iran ragu pada komitmen Amerika, kini keraguan itu telah menjadi kepastian bahwa mereka memulai perang justru saat sedang bernegosiasi," tambah sumber tersebut mengacu pada pengalaman pahit perang 12 hari di Juni 2025.
Kini, bola panas berada di tangan Washington.
Karena proposal ini akan menjadi pintu menuju gencatan senjata, atau justru menjadi pengantar bagi pertempuran darat paling berdarah di abad ini
Sumber: tribunnews
Foto: SIAP PERTEMPURAN DARAT - Korps Garda Revolusi (IRGC) Iran kini menyiagakan 'benteng manusia' yang sangat masif menghadapi tentara AS. Lebih dari satu juta pejuang iran dilaporkan telah dimobilisasi untuk menghadapi kemungkinan invasi darat Amerika Serikat di garis depan selatan dan siap bertempur darat menciptakan neraka bagi tentara AS/Tasnim News/tidak ada
Satu Juta Pejuang Iran Siap Bertempur Darat Ciptakan Neraka Bagi AS, Jawaban Tegas Dikirim ke Trump
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
%20Iran.jpg)
Tidak ada komentar