Breaking News

Polisi Analisis 2.610 Gambar di Rekaman CCTV, Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS


Penyidik Polda Metro Jaya masih mendalami kemungkinan para pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memiliki keterampilan atau pengalaman tertentu dalam menjalankan aksinya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanudin, mengatakan dugaan tersebut muncul setelah penyidik menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan pergerakan para pelaku sebelum hingga saat kejadian berlangsung.

“Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku ini memang memiliki ketenangan dalam melakukan perjalanan dari mulai satu titik ke titik yang lain pada saat menjelang kejadian,” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin, 16 Maret 2026.

Menurutnya, pola pergerakan pelaku juga berubah saat aksi penyerangan terjadi. Pelaku dari dua motor tersebut dengan kecepatan atau perilaku yang lebih dari sebelumnya,” lanjutnya.

Polisi Duga Empat Pelaku Terlibat

Dalam penyelidikan sementara, penyidik menduga ada empat orang pelaku yang terlibat dalam penyerangan terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut. 

Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dua orang yang terlihat dalam rekaman CCTV yang sempat beredar di publik.

Keempat pelaku diduga menggunakan dua sepeda motor dan sempat menunggu korban di kawasan KFC Cikini sebelum mengikuti pergerakannya.

“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba I,” kata Iman.

Setelah melancarkan aksinya, para pelaku diduga melarikan diri dengan berpencar ke arah berbeda

Dalam proses penyelidikan, polisi memeriksa 2.610 gambar dari rekaman CCTV yang berasal dari 86 titik kamera di sekitar lokasi kejadian hingga jalur yang diduga dilalui pelaku. Total durasi rekaman yang dianalisis mencapai 10.320 menit.

“Ada 2.610 gambar dalam bentuk video durasi 10.320 menit sehingga butuh waktu beberapa hari ini dalam menganalisa digital kamera CCTV yang ada dilintasi pelaku,” jelas Iman.

Dari hasil analisis awal, penyidik menduga para pelaku telah mengikuti korban sejak meninggalkan kantornya di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

“Terpantau dari sejumlah titik para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban terdeteksi dari kamera pengawas dari jalur dari Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Merdeka Timur di depan Stasiun Gambir,” kata Iman.

Para pelaku kemudian bergerak melalui sejumlah ruas jalan di pusat Jakarta, antara lain Jalan Ir. H. Djuanda, Jalan Merdeka Barat, hingga kawasan Tugu Tani sebelum menuju kantor YLBHI.

“Dari YLBHI para pelaku ini mengikuti korban ketika korban selesai acara. Korban tidak langsung menuju TKP, tapi sempat mengisi bahan bakar di Cikini Raya dan itu diikuti para pelaku,” ujar Iman.

Sekitar pukul 23.32 WIB, para pelaku terlihat berada di kawasan SPBU Cikini Raya.

“Diduga empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di KFC Cikini,” kata Iman.

Para pelaku kemudian mengikuti korban hingga lokasi kejadian perkara di Jalan Salemba I, kawasan Senen, Jakarta.

“Saat kejadian pada pukul 23.37 WIB, di Jalan Salemba I di persimpangan Jalan Talang, di sana tempat kejadian perkara terjadi,” lanjutnya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami identitas para pelaku serta motif di balik penyerangan terhadap aktivis KontraS tersebut.***

Sumber: konteks
Foto: Pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (Foto: CCTV)

Polisi Analisis 2.610 Gambar di Rekaman CCTV, Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Polisi Analisis 2.610 Gambar di Rekaman CCTV, Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar