Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang istri prajurit TNI atau
ibu persit dengan belasan oknum anggota TNI AD di wilayah Kodam
XVII/Cenderawasih kini memasuki babak baru.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto,
membenarkan bahwa proses hukum terhadap Fadila Sasbila Nurahmidin, istri sah
Sertu Agustian, serta para prajurit yang terlibat, saat ini tengah berjalan.
"Terkait viralnya berita tentang kejadian tersebut, saat ini sudah dalam
tahap proses penyidikan di tingkat Pomdam XVII/Cenderawasih," ujar Letkol
Inf Tri Purwanto, Sabtu (28/1/2026).
@cctv.kikim.offici "Selingkuh Sama 13 Prajurit," Viral Ibu Persit Fadila Sasbila Nurahmidin di Wamena Papua Main Serong Sama Teman Suami, Berhubungan Berkali-kali! Skandal perselingkuhan kembali terjadi di lingkungan militer Indonesia. Lagi-lagi, perselingkuhan melibatkan seorang ibu persit (istri prajurit) dengan prajurit lain. Namun, yang mengejutkan, sang ibu persit berselingkuh dengan sedikitnya 13 anggota TNI AD di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih. Kasus ini terbongkar setelah Sertu Agustian, anggota Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili (WMS), Distrik Kulagaima, Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, melaporkan istrinya sendiri ke atasan. Fadila Sasbila Nurahmidin, wanita berusia 26 tahun asal Jayapura yang merupakan istri sah Sertu Agustian, diduga telah menjalin hubungan terlarang dengan 13 orang prajurit, di mana 9 di antaranya telah diperiksa dan mengakui perbuatannya. Kasus ini kini tengah didalami oleh pihak internal TNI AD.
♬ suara asli - Cctv Kikim Official
Kendati demikian, pihak Kodam belum merinci lebih lanjut perkembangan
perkara yang telah menyita perhatian publik dan ramai diperbincangkan di
media sosial ini. Yang jelas, Kodam XVII/Cenderawasih berkomitmen menangani
perkara secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Kronologi Terungkapnya Kasus
Kasus ini bermula dari laporan resmi Sertu Agustian, anggota Batalyon
Infanteri 756/Wimane Sili (WMS), yang melaporkan istrinya sendiri, Fadila
Sasbila Nurahmidin (26), ke atasan. Pelaporan dilakukan pada Selasa, 17
Februari 2026, di Markas Yonif 756/WMS, Wamena, dengan membuat surat
pengaduan bermaterai.
Dalam laporannya, Sertu Agustian menduga istrinya telah menjalin hubungan
terlarang dengan sedikitnya 13 orang prajurit. Penyidik kemudian bergerak
cepat dengan memeriksa Fadila sebagai saksi kunci, serta memeriksa 10 orang
prajurit yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan dan menuliskan
kronologis kejadian.
Penyidik juga mendokumentasikan sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat
perselingkuhan, serta menyita barang bukti berupa handphone milik para
pelaku dan dokumen pendukung seperti kartu keluarga dan surat nikah.
Pengakuan Mencengangkan 9 Prajurit: Fadila Diduga Sosok yang Merayu
Hasil pemeriksaan sementara terhadap 10 orang prajurit yang diduga terlibat
mengungkap fakta yang mencengangkan. Dari jumlah tersebut, sembilan orang
disebut sebagai pelaku utama dan telah mengakui perbuatannya.
Beberapa pengakuan prajurit yang telah diperiksa antara lain:
-
Prada Ralfie Puturulan mengaku berkenalan dengan Fadila pada Januari
2025 saat bertugas. Ia mengaku telah melakukan hubungan badan sebanyak 6
kali, baik di rumah dinas Sertu Agustian maupun di Green Wasaput Hotel.
Menariknya, Prada Ralfie menyatakan bahwa semua itu terjadi atas
permintaan Fadila.
-
Serda Rustam Fanlay yang belum menikah mengaku diperkenalkan melalui
panggilan WhatsApp dari Fadila pada Desember 2025. Mereka melakukan
hubungan terlarang sebanyak 6 kali di kos-kosan Jl. Bhayangkara dan
Green Wesaput Hotel, juga disebut atas inisiatif Fadila.
-
Prada Muhammad Aldi Rumbati berkenalan melalui TikTok pada 6 Oktober
2025. Fadila disebut lebih dulu mengirim pesan. Mereka melakukan
hubungan sebanyak 7 kali di kos-kosan dan rumah dinas suaminya sendiri.
-
Prada Nahusni Hidayah bahkan mengaku diajak seniornya untuk minum
alkohol di sebuah kos-kosan, lalu Fadila datang bergabung. Dalam kondisi
kurang sadar, ia mengaku menuruti ajakan Fadila untuk berhubungan badan.
Praktis seluruh prajurit yang diperiksa menyatakan bahwa Fadila-lah yang
berinisiatif memulai komunikasi, meminta nomor handphone, hingga mengajak
berhubungan intim. Beberapa di antaranya bahkan masih berstatus lajang,
sementara satu orang bernama Pratu Doman Pangely diketahui sudah menikah.
Masih Ada Pelaku Lain, Pemeriksaan Fadila Terkendala Kesehatan
Penyidik mencatat masih ada empat orang lain yang diduga terlibat namun
belum diperiksa. Prada Imanuel Edwin Rivaldo Rumabatu masih menjalani cuti
dan akan kembali akhir Februari.
Sementara Pratu Joko dan Prada M. Daki yang merupakan anggota Satgas dari
batalyon lain telah kembali ke kesatuannya masing-masing. Pratu Hasan dari
Yonif 644/WS masih dikoordinasikan dengan Dansatgas setempat.
Sementara itu, pemeriksaan terhadap Fadila sendiri sempat terhenti karena
kondisi kesehatannya. Istri Sertu Agustian yang berprofesi sebagai ibu rumah
tangga ini diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes. Pemeriksaan pada
malam pertama hanya berlangsung hingga pukul 23.00 WIT dan rencananya akan
dilanjutkan keesokan harinya.
Letkol Inf Yoel Sry Liga selaku Danyonif 756/WMS dikabarkan telah
berkoordinasi dengan pihak Pomdam XVII/Cenderawasih untuk menangani kasus
ini secara tegas. Rencananya, sepuluh orang pelaku yang telah diperiksa akan
digeser ke Staltamil Pomdam XVII untuk proses hukum lebih lanjut.
Tindak pidana perzinahan yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI AD ini tidak
hanya mencoreng nama baik satuan, tetapi juga melanggar sumpah prajurit dan
Kode Etik Militer. Hukuman disiplin hingga pemecatan dari dinas militer
terbuka menjadi konsekuensi yang mungkin dihadapi para oknum prajurit
tersebut.
Foto: Para prajurit yang iduga berselingkuh dengan Fadila Sasbila
Nurahmidin. [Instagram/kriminews]
Tidak ada komentar