Lautan Massa 'No Kings' Lumpuhkan AS: Jutaan Warga Turun ke Jalan Lawan Otoritarianisme Trump, Bernie Sanders Ikut!
Amerika Serikat kembali membara. Sabtu 28 Maret 2026, jutaan warga tumpah ruah ke jalanan dalam aksi bertajuk "No Kings".
Gerakan masif ini merupakan aksi ketiga kalinya yang berhasil melumpuhkan aktivitas ekonomi dan lalu lintas di berbagai megapolitan Negeri Paman Sam, mulai dari Washington D.C. hingga Houston.
Sentimen publik mencapai titik didih akibat rentetan kebijakan kontroversial pemerintahan Donald Trump.
Massa menuntut pertanggungjawaban atas taktik keras imigrasi (ICE) yang menewaskan dua warga sipil awal tahun ini, sekaligus menolak keras keterlibatan militer AS dalam perang di Iran.
Mobilisasi Bernie Sanders
Senator independen kawakan, Bernie Sanders, menjadi motor penggerak utama dalam mobilisasi massa kali ini.
Melalui pernyataan resminya, ia mengajak rakyat untuk berdiri tegak melawan apa yang ia sebut sebagai ancaman terhadap demokrasi.
"Kita akan mengatakan TIDAK pada otoritarianisme. TIDAK pada oligarki."
"TIDAK pada perang tanpa akhir. TIDAK pada serangan yang terus berlanjut terhadap kelas pekerja," tegas Sanders via akun X pribadinya sebelum bergabung dengan massa di Minnesota.
Episentrum Protes: Dari National Mall ke Times Square
Lautan manusia dilaporkan memadati area ikonik National Mall hingga anak tangga Lincoln Memorial.
Di New York City, NYPD terpaksa menutup total akses Times Square dan Midtown Manhattan demi mengakomodasi ribuan demonstran yang membawa efigi (patung tiruan) Trump dan J.D. Vance sebagai bentuk protes.
Titik Panas Demonstrasi:
- Minnesota: Menjadi sorotan utama pasca-insiden fatal agen imigrasi federal.
- Washington D.C.: Pusat pergerakan politik dengan massa yang menuntut pengadilan bagi pejabat kabinet.
- Kota Satelit: Aksi merembet hingga kota kecil seperti Howell (Michigan) dan Shelbyville (Kentucky).
Siaga Garda Nasional
Mengingat rekor partisipasi aksi sebelumnya yang menembus angka tujuh juta orang secara nasional, otoritas di sejumlah negara bagian mulai menyiagakan Garda Nasional (National Guard).
Langkah preventif ini diambil untuk memitigasi potensi kericuhan di tengah skala mobilisasi yang diprediksi akan terus membengkak.
Meski tensi meningkat, penyelenggara tetap berkomitmen menjaga marwah aksi "No Kings" sebagai gerakan damai.
Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini adalah upaya kolektif untuk mengembalikan kedaulatan rakyat dari apa yang mereka persepsikan sebagai kepemimpinan yang absolut.***
Sumber: konteks
Foto: Gelombang 'No Kings' jilid tiga, seruan agar Trump lengser. (X @SergioAJBarrett)
Lautan Massa 'No Kings' Lumpuhkan AS: Jutaan Warga Turun ke Jalan Lawan Otoritarianisme Trump, Bernie Sanders Ikut!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar