Breaking News

Ini Penampakan Pesawat Andalan AS yang Dirudal Iran di Pangkalan Saudi


Serangan Iran yang melukai pasukan AS di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi juga merusak beberapa pesawat. Belakangan beredar foto-foto bahwa serangan itu kemungkinan besar menghancurkan sebuah pesawat Boeing E-3 Sentry, pesawat terpenting milik Angkatan Udara AS. 

The Wall Street Journal melansir, serangan sekitar 96 kilometer selatan ibu kota Riyadh pada dini hari tanggal 27 Maret dikatakan melibatkan serangan presisi terkoordinasi yang melibatkan setidaknya satu rudal balistik Iran dan beberapa drone penyerang. Menurut laporan, sekitar 10 hingga 12 anggota militer Amerika terluka dalam serangan itu, dengan setidaknya dua orang dalam kondisi serius. 

Pangkalan tersebut, yang merupakan lokasi operasi utama Angkatan Udara AS selama serangan ke Iran, telah jadi sasaran serangan belasan beberapa kali sejak awal perang dimulai AS-Israel sebulan lalu. Awal pekan ini, 14 orang lainnya terluka dalam serangan dan serangan rudal di pangkalan pada 1 Maret membunuh satu prajurit. 

Serangan pada hari Jumat menghantam instalasi yang menampung pasukan dan juga menyebabkan kerusakan signifikan pada pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker AS yang penting untuk mempertahankan operasi udara jarak jauh AS dan Israel serta E‑3 Sentry AWACS, salah satu platform komando dan kontrol terpenting dalam inventaris AS.

Serangan itu meninggalkan jejak kehancuran yang jelas di seluruh instalasi yang terlihat pada citra satelit dan foto yang dibagikan ke media sosial. Setidaknya dua foto menunjukkan bagian belakang badan pesawat E-3 terbakar, dan kubah radar hancur di landasan sebelah pesawat.

Data pelacakan menunjukkan pesawat yang hancur itu bernomor ekor 81-0005, sebuah E-3G Sentry yang ditugaskan di Sayap Kontrol Udara ke-552 di Pangkalan Angkatan Udara Tinker di Oklahoma.

Hancurnya AWACS Sentry E‑3 membawa konsekuensi strategis yang jauh melampaui kehancuran fisik satu badan pesawat karena menurunkan kemampuan untuk mendeteksi ancaman musuh yang datang dan mengoordinasikan respons pembalasan apapun.

E‑3 Sentry adalah pesawat Boeing 707 yang dimodifikasi Sistem Peringatan dan Kontrol Lintas Udara, yang dapat langsung dikenali dari kubah radar berputar besar yang dipasang di atas badan pesawatnya. Radarnya menyediakan pengawasan 360 derajat dalam radius 250 mil, memungkinkannya mendeteksi peluncuran pesawat, drone, dan rudal sekaligus mengoordinasikan pasukan sekutu.

Pesawat ini telah banyak digunakan dalam operasi militer sejak tahun 1970-an, termasuk Operasi Badai Gurun, Kosovo, perang di Irak dan Afghanistan serta selama Operasi Inherent Resolve melawan ISIS. Angkatan Udara AS memiliki sekitar 30 pesawat E-3 Sentry, dan Boeing telah mengirimkan pesawat terakhir pada tahun 1992. 

Namun karena pesawat tersebut kesulitan mempertahankan kesiapan, Angkatan Udara AS telah mengurangi armadanya hampir setengahnya menjadi 16 pesawat. Dari jumlah tersebut, enam dikirim ke Timur Tengah menjelang perang.

Kehilangan E‑3 selama kampanye bertempo tinggi akan mengurangi kemampuan koalisi dalam mengelola wilayah udara, merespons peluncuran rudal Iran, dan menyinkronkan paket serangan yang kompleks. 

“Hilangnya E-3 ini sangat problematis, mengingat betapa pentingnya para manajer pertempuran ini dalam segala hal mulai dari dekonfliksi wilayah udara, dekonfliksi pesawat, penargetan, dan memberikan efek mematikan lainnya yang dibutuhkan seluruh pasukan untuk ruang pertempuran,” Heather Penney, mantan pilot F-16 dan direktur studi dan penelitian di Mitchell Institute for Aerospace Studies AFA mengatakan kepada majalah Air and Space Forces.

“Nilai dari E-3 dan manajeri pertempurannya adalah mereka melihat gambaran besarnya,” katanya. “Mereka adalah pemain catur, sedangkan pilot pesawat tempur adalah pionnya.” 

Kolonel Angkatan Udara John 'JV' Venable mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa hancurnya pesawat itu 'masalah besar' karena jumlah E-3G terbatas dan tidak dapat diganti. “Hal ini merugikan kemampuan AS untuk melihat apa yang terjadi di Teluk dan menjaga kesadaran situasional,” katanya.

Hancurnya pesawat itu juga jadi bukti penargetan canggih Iran. Militer Iran tidak hanya menyerang pangkalan, namun secara presisi menyerang pesawat tertentu yang bernilai tinggi, termasuk tanker pengisi bahan bakar dan AWACS.

Iran dikatakan menerima dukungan intelijen eksternal dari sekutunya seperti China dan Rusia untuk kemampuan pengawasan tingkat lanjut guna menargetkan instalasi-instalasi penting di Teluk. 

Akurasi serangan tersebut menunjukkan bahwa Iran memiliki akses terhadap informasi intelijen berkualitas tinggi dan tepat waktu mengenai posisi pesawat dan pola operasional di Pangkalan Udara Prince Sultan yang juga menampung F-15E Strike Eagles, F-35A Lightning, F-16 Fighting Falcon, dan banyak lagi.

Sumber: republika
Foto: Foto kehancuran Boeing E-3 Sentry, pesawat terpenting milik Angkatan Udara AS, akibat serangan Iran ke pangkalan Pangeran Sultan di Saudi, Jumat (27/3/2026)/Foto: X

Ini Penampakan Pesawat Andalan AS yang Dirudal Iran di Pangkalan Saudi Ini Penampakan Pesawat Andalan AS yang Dirudal Iran di Pangkalan Saudi Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar