Breaking News

Laporan: Iran Hancurkan Sistem Radar Pertahanan AS Senilai 300 Juta Dolar


Iran telah menghancurkan sistem radar yang vital untuk mengarahkan pertahanan rudal AS di Teluk pada hari-hari awal perang. Demikian dilaporkan Bloomberg mengutip seorang pejabat AS.

Para analis menyatakan bahwa kerusakan tersebut menciptakan celah signifikan dalam pengawasan di ketinggian.

"Jika berhasil, serangan Iran terhadap radar THAAD akan menandai salah satu serangan Iran yang paling sukses sejauh ini," kata Ryan Brobst, wakil direktur Pusat Kekuatan Militer dan Politik di FD, kepada Bloomberg seperti dilansir TRT, Sabtu (7/2/2026)

Foto satelit menunjukkan bahwa radar AN/TPY-2 RTX Corp dan peralatan pendukungnya — yang digunakan oleh sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi Terminal (THAAD) AS — dihancurkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada hari-hari awal perang.  Demikian dilaporkan CNN, mengutip citra satelit komersial.

Penghancuran peralatan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh seorang pejabat AS. Nilai radar itu dilansir TRR mencapai 300 juta dolar AS. 

Data yang dikumpulkan oleh Foundation for Defense of Democracies (FDD) menunjukkan dua serangan Iran yang dilaporkan di Yordania yakni pada 28 Februari dan pada 3 Maret.

Awalnya, kedua serangan tersebut dilaporkan telah dicegat.Namun, hilangnya radar yang telah dikonfirmasi menunjukkan pergeseran taktik Iran yang signifikan.

Dampak Strategis pada Pertahanan Terpadu

Unit THAAD AS mencegat rudal balistik di tepi atmosfer, mengatasi ancaman yang lebih berat daripada baterai Patriot.

Dengan radar AN/TPY-2 yang tidak aktif, maka pencegatan rudal akan bergantung pada sistem Patriot.

Dalam perang AS-Israel, radar AN/FPS-132 di Qatar—instalasi tetap, tidak seperti sistem THAAD yang bergerak— juga dilaporkan rusak selama serangan Iran.

Sistem senilai 1,1 miliar dolar AS ini adalah radar peringatan dini yang dirancang untuk mendeteksi ancaman jarak jauh.

Penghancuran TPY-2 yang berbasis di Yordania, dikombinasikan dengan kerusakan di Qatar dan laporan serangan terhadap terminal SATCOM di Bahrain, menunjukkan upaya sistematis Iran untuk membongkar sensor yang membentuk sebuah 'mata payung' pertahanan Teluk.

Pertahanan udara Teluk telah terbebani dan kadang-kadang dilampaui oleh serangan balasan drone dan rudal Iran.

Hal ini memicu kekhawatiran di antara para pesaing Iran bahwa cadangan pencegat canggih, seperti THAAD dan PAC-3, mungkin akan segera menipis secara kritis.

Pada Jumat, kontraktor pertahanan termasuk Lockheed Martin dan RTX bertemu di Gedung Putih karena Pentagon mendorong percepatan produksi senjata.

Setelah pertemuan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perusahaan manufaktur pertahanan AS terbesar telah setuju untuk memperluas produksi senjata.

"Mereka telah setuju untuk melipatgandakan produksi senjata 'Kelas Istimewa' karena kami ingin mencapai, secepat mungkin, tingkat kuantitas tertinggi."

AS telah kehilangan peralatan militer senilai hampir 2 miliar dolar AS di tengah serangannya terhadap Iran sejak Sabtu. Demikian  menurut perkiraan dan data yang dikumpulkan oleh Anadolu Agency.

Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun mengatakan bahwa Seoul dan Washington sedang membahas kemungkinan penempatan ulang beberapa sistem pertahanan rudal Patriot AS yang ditempatkan di Korea Selatan. Penempatan ulang ini menyusul laporan bahwa sistem tersebut dapat dipindahkan untuk mendukung operasi di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Sumber: republika
Foto: Kebakaran di lokasi kejadian setelah sebuah bangunan dihantam rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 28 Februari 2026/Foto: EPA/ABIR SULTAN

Laporan: Iran Hancurkan Sistem Radar Pertahanan AS Senilai 300 Juta Dolar Laporan: Iran Hancurkan Sistem Radar Pertahanan AS Senilai 300 Juta Dolar Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar