Viralnya video penggerebekan diduga pasangan mesum di toko Dea Star Meulaboh
(sebelumnya ramai dengan sebutan Dea Store Meulaboh), toko smartphone di
Meulaboh, Aceh Barat, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari Ketua Pemuda
setempat.
Kamarzan, Ketua Pemuda Gampong Panggong, dengan tegas membantah narasi yang
beredar di media sosial dan menyebut informasi tersebut adalah hoaks.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul viralnya pemberitaan di berbagai
platform seperti Instagram dan TikTok yang menyebutkan adanya penangkapan
sepasang non-muhrim yang diduga hendak berbuat mesum di dalam toko
smartphone pada Jumat (27/2/2026) dini hari.
@acehworldtimes Meulaboh– Ketua Pemuda bersama pemilik Toko Dea Star memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Mereka membantah pemberitaan yang beredar di media sosial Instagram dan TikTok yang menyebutkan adanya dugaan perbuatan mesum di dalam toko tersebut. Ketua Pemuda Gampong Panggong, Kamarzan, menegaskan bahwa informasi yang viral di sejumlah akun media sosial, khususnya dari akun yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Berita yang beredar menyebutkan adanya penangkapan dua orang yang diduga melakukan perbuatan mesum di dalam toko. Namun, faktanya saat kejadian di dalam toko terdapat lima orang,dan 3 orangnya merupakan keluarga,” ujar Kamarzan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/3/2026). Ia menjelaskan, persoalan tersebut telah diklarifikasi pada hari yang sama dan dinyatakan selesai. Namun demikian, narasi yang berkembang di media sosial dinilai telah mencoreng nama baik Gampong Panggong, dan pemilik Toko Dea Star, Toko Dea Star Ponsel, Shopee Cell, serta admin toko yang bekerja di tempat tersebut. “Kami sangat menyayangkan beredarnya informasi yang tidak benar dan sangat merugikan banyak pihak. Klarifikasi sudah dilakukan sejak awal kejadian dan permasalahan telah clear,” tambahnya. Kamarzan berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang bersumber dari akun anonim atau tidak jelas identitasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terlebih di bulan suci Ramadan, agar terhindar dari penyebaran fitnah yang dapat merugikan orang lain. “Semoga dengan klarifikasi ini, masyarakat dapat memahami bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar,” pungkasnya.
♬ suara asli - AWT
Dalam klarifikasinya, Minggu (2/3/2026), Kamarzan didampingi oleh pemilik
Toko Dea Star, yang sebelumnya ramai disebut "Dea Store", di media sosial,
serta pihak terkait lainnya.
"Berita yang beredar menyebutkan adanya penangkapan dua orang yang diduga
melakukan perbuatan mesum di dalam toko. Namun, faktanya saat kejadian di
dalam toko terdapat lima orang, dan tiga orangnya merupakan keluarga," ujar
Kamarzan sebagaimana dikutip dari akun Instagram @aceh.viral.
Klarifikasi Ketua Pemuda Gampong bersama Owner Dea Store atau Dea Star.
[Instagram/aceh.viral]
Ia menjelaskan bahwa insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut
sebenarnya telah diklarifikasi pada hari yang sama dan dinyatakan selesai
secara kekeluargaan.
Namun, narasi yang berkembang di media sosial dinilai telah mencoreng nama
baik Gampong Panggong, serta merugikan pemilik Toko Dea Star Ponsel, Shopee
Cell, dan admin toko yang bekerja di tempat tersebut.
“Kami sangat menyayangkan beredarnya informasi yang tidak benar dan sangat
merugikan banyak pihak. Klarifikasi sudah dilakukan sejak awal kejadian dan
permasalahan telah clear,” tegas Kamarzan.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai
informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang bersumber
dari akun anonim atau tidak jelas identitasnya.
Klarifikasi Ketua Pemuda Gampong bersama Owner Dea Store atau Dea Star.
[TikTok/acehworld times]
Kamarzan juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media
sosial, terlebih di bulan suci Ramadan, agar terhindar dari penyebaran
fitnah yang dapat merugikan orang lain.
“Semoga dengan klarifikasi ini, masyarakat dapat memahami bahwa informasi
yang beredar di media sosial tersebut tidak benar,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik dapat memperoleh gambaran
yang utuh dan tidak lagi terpengaruh oleh narasi-narasi tidak bertanggung
jawab yang sempat viral di media sosial.
Foto: Karyawati konter smartphone Dea Store atau Dea Star. [TikTok]
Tidak ada komentar