Israel Dihujani 150 Roket Hizbullah, Ratusan Ribu Warga Zionis Kocar-kacir
Kelompok Hizbullah Lebanon telah menghujani wilayah Israel utara dengan 150 roket dan sejumlah drone selama berjam-jam sejakRabu malam. Serangan ini membuat ratusan ribu warga Zionis Israel kocar-kacir berlari ke tempat perlindungan.
Serangan ini menandai serbuan terbesar Hizbullah terhadap Israel sejak permusuhan meningkat awal bulan ini, ketika kelompok tersebut mulai menyerang untuk mendukung Iran yang sedang diserang oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak 28 Februari.
Serangan pembuka sebanyak 100 roket diluncurkan sekitar pukul 20.00 malam ketika sebuah rudal dari Iran juga menargetkan wilayah tengah Israel. Menurut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, itu merupakan serangan terkoordinasi. Lebih banyak rudal Iran menargetkan wilayah utara dan selatan negara Yahudi tersebut.
Militer Israel (IDF), sebagaimana dikutip Times of Israel, Kamis (12/3/2026), mengeklaim bahwa rudal-rudal Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, yang juga berupaya menggagalkan serangan Hizbullah. Namun, beberapa benturan terjadi, menyebabkan kebakaran, dan dua orang mengalami luka ringan.
Layanan ambulans Magen David Adom mengatakan bahwa kedua orang tersebut, seorang wanita berusia 35 tahun dan seorang pria berusia 50-an, terkena "benda terbang" setelah benturan. Mereka dibawa ke rumah sakit.
Menurut layanan penyelamatan, sebuah roket yang menghantam sebuah rumah di kota Bi’ina di utara melukai salah satu dari dua korban. Empat lainnya dirawat karena kecemasan akut di tempat kejadian.
Saat IDF menginstruksikan penduduk utara untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan, Hizbullah terus menembakkan roket bersama drone, dengan sirene dibunyikan di seluruh Galilea dan di Haifa, serta di komunitas hingga 50 kilometer dari perbatasan dengan Lebanon.
Secara keseluruhan, kelompok Hizbullah menembakkan setidaknya 150 roket ke utara selama beberapa jam, menurut penilaian IDF.
IDF mengeklaim sejumlah roket jarak jauh yang ditembakkan oleh Hizbullah juga menghantam area terbuka. Karena roket-roket tersebut menuju area terbuka, tidak ada sirene yang diaktifkan oleh militer. Suara ledakan dilaporkan oleh penduduk Israel tengah di tengah serangan tersebut.
Serangan berlanjut hingga Kamis dini hari, dengan dugaan infiltrasi drone dan peringatan roket berbunyi di Nahariya dan sejumlah komunitas Galilea Barat, serta Acre dan beberapa pinggiran utara Haifa.
Hizbullah juga menembakkan roket jarak jauh, memicu sirene di Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya, di mana IDF mengumumkan deteksi rudal balistik Iran, yang memicu peringatan di Israel tengah, wilayah Yerusalem, dan sebagian wilayah selatan.
Beberapa proyektil berhasil dicegat, menurut penilaian awal IDF. Polisi Zionis melaporkan kerusakan akibat benturan di Israel tengah. Pecahan setelah pencegatan juga dilaporkan jatuh di beberapa daerah.
Sementara itu, IDF melancarkan serangan udara besar-besaran ke benteng-benteng Hizbullah di Beirut selatan, sementara seorang pejabat Israel mengatakan militer dapat mulai menyerang infrastruktur sipil jika pemerintah Lebanon gagal mengendalikan Hizbullah yang didukung Iran.
IDF sebelumnya memperingatkan bahwa Hizbullah kemungkinan akan mencoba meningkatkan laju serangan roket dan drone terhadap Israel.
CNN melaporkan bahwa Israel sedang bersiap untuk potensi "ekspansi signifikan" serangan dari Iran dan Hizbullah pada hari Rabu. Menggemakan laporan sebelumnya, Channel 12 mengutip pembaruan yang dikirim ke para menteri kabinet Israel yang mengatakan bahwa para pejabat memperkirakan serangan rudal dan roket besar-besaran dari Hizbullah dan Iran di kemudian hari.
Serangan roket pembuka Hizbullah diluncurkan dari beberapa daerah di Lebanon. Kelompok tersebut mengatakan, “Ini sebagai tanggapan terhadap agresi kriminal terhadap puluhan kota dan desa di Lebanon dan pinggiran selatan Beirut."
Pasukan militer IRGC Iran yang kuat, yang mengendalikan persenjataan rudal negara itu, menggambarkan serangan terhadap Israel sebagai “operasi gabungan dan terintegrasi” dengan Hizbullah.
Dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Tasnim, IRGC mengatakan bahwa mereka meluncurkan beberapa rudal balistik, sementara Hizbullah meluncurkan drone dan roket ke lebih dari 50 target di Israel.
Sebelumnya, IDF mengatakan bahwa mereka tidak memiliki intelijen yang menunjukkan bahwa tembakan serentak dari Iran dan Hizbullah di Lebanon adalah upaya yang “terkoordinasi”.
Angkatan Udara Israel menanggapi serangan itu dengan melakukan gelombang serangan "ekstensif" terhadap peluncur roket Hizbullah dan infrastruktur lainnya di Lebanon.
Menjelang serangan di Beirut, dan untuk ketiga kalinya pada hari Rabu, IDF menyerukan warga sipil Lebanon untuk mengevakuasi wilayah selatan ibu kota.
"Jangan kembali ke pinggiran selatan sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata juru bicara IDF Kolonel Avichay Adaree.
Sumber: sindonews
Foto: Ilustrasi Israel Dihujani 150 Roket Hizbullah/Net
Israel Dihujani 150 Roket Hizbullah, Ratusan Ribu Warga Zionis Kocar-kacir
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar