Iran Tunggu Armada Laut AS di Selat Hormuz Usai Trump Ancam Serang 20 Kali Lebih Keras
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas setelah militer Iran menyatakan siap menghadapi armada laut AS di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia.
Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Mayor Jenderal Ali Mohammad Naeini, mengatakan angkatan bersenjata Iran kini menunggu kedatangan armada laut AS di kawasan tersebut.
Pernyataan itu muncul sebagai respons terhadap komentar Presiden Donald Trump terkait keamanan Selat Hormuz di tengah perang yang sedang berlangsung.
“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran sedang menunggu armada laut AS di kawasan Selat Hormuz dan menunggu kapal induk Gerald Ford,” kata Naeini, seperti dilaporkan media pemerintah Iran, Selasa (10/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa berakhirnya perang sepenuhnya berada di tangan Iran.
Iran Klaim Kapal Perang AS Menjauh
Dalam pernyataan yang sama, Naeini mengklaim kapal perang dan pesawat tempur Amerika justru menjauh dari wilayah Iran karena khawatir terhadap kemampuan rudal dan drone Teheran.
Menurutnya, armada AS saat ini berada lebih dari 1.000 kilometer dari wilayah Iran untuk menghindari potensi serangan.
“Amerika mengatakan kapal komersial dan militer dapat melintas dengan mudah di Selat Hormuz. Namun kenyataannya kapal perang dan pesawat tempur mereka telah meninggalkan wilayah ini dan ditempatkan lebih dari 1.000 kilometer dari Iran untuk menghindari rudal dan drone kami,” ujarnya.
Ancaman Iran Hentikan Ekspor Minyak
Iran juga mengeluarkan peringatan keras jika serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya terus berlanjut.
Naeini mengatakan Teheran dapat mengambil langkah drastis yang berpotensi mengguncang pasar energi global.
“Jika serangan AS-Israel berlanjut, Iran tidak akan mengizinkan satu liter pun minyak diekspor dari kawasan ini,” katanya.
Ancaman tersebut sangat signifikan karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari.
Trump Ancam Serangan Lebih Dahsyat
Menanggapi ancaman Iran, Trump mengeluarkan peringatan keras melalui platform media sosial Truth Social.
Ia mengatakan Amerika Serikat akan membalas dengan kekuatan jauh lebih besar jika Iran mencoba menghentikan aliran minyak global di Selat Hormuz.
“Jika Iran melakukan apa pun yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras daripada yang sudah mereka alami sejauh ini,” tulis Trump.
Trump juga memperingatkan bahwa militer AS dapat menghancurkan target-target penting Iran yang menurutnya “mudah dihancurkan”.
Ia bahkan menyebut serangan lanjutan bisa membuat Iran hampir mustahil membangun kembali infrastruktur militernya.
“Jika itu terjadi, kematian, api, dan amarah akan menghujani mereka,” tulis Trump.
Namun ia menambahkan bahwa ia berharap skenario tersebut tidak benar-benar terjadi.
Armada Kapal Induk AS Dikerahkan
Di tengah meningkatnya ketegangan, militer AS telah mengerahkan dua kelompok tempur kapal induk ke kawasan Timur Tengah.
Menurut United States Central Command, kapal induk USS Abraham Lincoln saat ini berada di Laut Arab, sementara USS Gerald R. Ford ditempatkan di Laut Merah setelah melintasi Terusan Suez.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi global. Sekitar seperlima pengiriman minyak dunia melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia serta mengguncang stabilitas ekonomi global, terutama bagi negara-negara Asia seperti China yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.
Sumber: tribunnews
Foto: SIAGA SELAT HORMUZ - Foto merupakan ilustrasi yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan soal ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang semakin memanas setelah militer Iran menyatakan siap menghadapi armada laut AS di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia. Pernyataan itu muncul sebagai respons terhadap komentar Presiden Donald Trump terkait keamanan Selat Hormuz di tengah perang yang sedang berlangsung/Istimewa
Iran Tunggu Armada Laut AS di Selat Hormuz Usai Trump Ancam Serang 20 Kali Lebih Keras
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar