Beda Data! Identitas Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Versi Polisi vs TNI Tak Sinkron, Ada Apa?
Kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, memasuki babak baru yang memicu tanda tanya publik.
Terdapat perbedaan signifikan mengenai identitas eksekutor lapangan antara data yang dirilis Polda Metro Jaya dengan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Meski kedua institusi berkomitmen mengusut tuntas, ketidaksinkronan inisial pelaku ini menjadi sorotan tajam.
Polda Metro Jaya mengidentifikasi dua sosok yang diduga kuat sebagai eksekutor berdasarkan rekaman CCTV dengan inisial BHC dan MAK.
Namun, di sisi lain, Puspom TNI mengumumkan telah mengamankan empat oknum prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Respons Kapolda dan Upaya Sinkronisasi Data
Menanggapi perbedaan mencolok tersebut, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menyatakan akan segera melakukan koordinasi tingkat tinggi dengan institusi TNI.
Pihaknya mengaku perlu melaporkan temuan lapangan kepada pimpinan sebelum menyatukan fakta penyidikan guna menghindari tumpang tindih informasi.
Senada dengan hal itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga.
Kepolisian berencana mengolaborasikan bukti-bukti digital yang mereka miliki dengan hasil pemeriksaan internal yang dilakukan oleh Polisi Militer.
"Saya belum koordinasi sama sekali. Kami akan melaporkan hal ini kepada pimpinan dan mengkoordinasikannya terlebih dahulu," ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 18 Maret 2026.
Kompolnas Tekankan Objektivitas Rekaman CCTV
Ketua Kompolnas, Choirul Anam, menilai bahwa langkah kepolisian sudah cukup objektif karena didasarkan pada analisis visual rekaman kamera pengawas.
Menurutnya, publik dapat mengukur validitas data melalui bukti digital tersebut. Anam menekankan bahwa siapa pun aktor di balik peristiwa ini harus diproses secara hukum tanpa memandang status atau instansinya.
Sementara itu, pihak TNI mengambil langkah tegas dengan menahan keempat anggotanya di tahanan Super Security Maximum Pomdam Jaya.
Komandan Puspom TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, memastikan bahwa proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk melihat kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
“Kepolisian basisnya CCTV dan masyarakat bisa mengukur objektivitasnya. Siapa pun di balik peristiwa ini, ketika faktanya kuat dan buktinya kuat, harus diproses secara maksimal,” tegas Choirul Anam saat memberikan keterangan kepada media.
Kini, publik menanti hasil sinkronisasi data dari kedua institusi tersebut untuk memastikan tidak ada celah hukum bagi para pelaku, baik dari unsur sipil maupun militer, dalam skandal penyerangan aktivis kemanusiaan ini.***
Sumber: konteks
Foto: Sengkarut identitas pelaku penyiram air keras Andrie Yunus: Polri dan TNI beda temuan. (poldametrojaya)
Beda Data! Identitas Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Versi Polisi vs TNI Tak Sinkron, Ada Apa?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar