Breaking News

Kritik Ketua BEM UGM: Penguasa Itu Buruh Outsourcing, Republik Bukan Milik Mbahmu!


Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, melontarkan kritik keras terhadap penguasa dalam podcast wawancara Madilog di kanal YouTube.

Ia menegaskan sikap diam rakyat bukan berarti tidak tahu atau tidak berani, melainkan menunggu momentum yang tepat untuk bersuara.

Tiyo mengatakan ketika saat itu tiba, para penguasa tidak akan lagi bisa merasa nyaman.

Menurutnya, ketakutan terhadap rakyat bisa muncul sebagai konsekuensi ketika kekuasaan dijalankan tanpa kesadaran kalau posisi para pejabat berasal dari rakyat.

Ia bahkan menyebut penguasa sejatinya hanyalah “buruh outsourcing” yang diberi mandat rakyat untuk bekerja selama lima tahun.

Karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang merasa republik ini adalah milik pribadi atau kelompok tertentu.

“Jangan pernah merasa republik ini milikmu, jangan pernah merasa republik ini milik mbahmu, karena republik ini milik rakyat Indonesia,” ujarnya.

Tiyo menambahkan, Indonesia adalah milik seluruh rakyat, bukan hanya segelintir orang kaya atau mereka yang sedang memegang kekuasaan.

Ia menegaskan apabila kekuasaan dijalankan secara semena-mena, maka pada akhirnya rakyat akan sadar dan melawan.***

Sumber: konteks
Foto: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto (Foto: YouTube/Forum Keadilan TV)

Kritik Ketua BEM UGM: Penguasa Itu Buruh Outsourcing, Republik Bukan Milik Mbahmu! Kritik Ketua BEM UGM: Penguasa Itu Buruh Outsourcing, Republik Bukan Milik Mbahmu! Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar