Breaking News

Bukan Cuma Tarif, Ini ‘Paket Lengkap’ Deal RI–AS, Dari Sawit hingga Isu Data Digital


Isu transfer data lintas negara sempat menyita perhatian publik setelah kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat diumumkan.

Namun jika ditelusuri lebih jauh, isi perjanjian tersebut ternyata jauh lebih luas dari sekadar persoalan data digital.

Kesepakatan yang dikenal sebagai perjanjian perdagangan timbal balik itu memuat sejumlah poin strategis yang menyentuh sektor ekspor, impor, investasi, hingga ekonomi digital.

Salah satu poin utama adalah penurunan tarif ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat menjadi 19 persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan skema sebelumnya yang sempat berada di kisaran lebih tinggi.

Sejumlah komoditas andalan Indonesia seperti minyak sawit, kopi, kakao, karet, dan rempah-rempah juga disebut mendapatkan perlakuan khusus dalam kerangka perdagangan tersebut.

Di sisi lain, Indonesia menyepakati penghapusan tarif untuk lebih dari 99 persen produk asal Amerika Serikat yang masuk ke pasar domestik.

Produk-produk tersebut mencakup sektor industri, teknologi, kesehatan, hingga pertanian.

Tak hanya itu, kesepakatan juga memuat komitmen pembelian barang dan jasa dari Amerika Serikat dalam jumlah signifikan, termasuk energi, gandum, kedelai, dan produk manufaktur.

Kerja sama ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral di tengah dinamika perdagangan global.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah kerja sama investasi di sektor strategis.

Indonesia membuka peluang lebih luas bagi investor AS di bidang mineral kritis, termasuk pengolahan nikel dan bahan baku penting untuk industri baterai dan kendaraan listrik.

Langkah ini sejalan dengan ambisi Indonesia memperkuat hilirisasi dan posisi dalam rantai pasok global.

Di sektor digital, kedua negara juga menyepakati dukungan terhadap perdagangan elektronik dan arus data lintas batas.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pengaturan transfer data tetap dilakukan secara terbatas dan sesuai dengan undang-undang perlindungan data yang berlaku di dalam negeri.

Artinya, kerja sama digital tersebut berada dalam kerangka hukum nasional, bukan pembukaan akses bebas tanpa regulasi.

Pengamat menilai, kesepakatan ini mencerminkan upaya Indonesia menjaga keseimbangan antara membuka akses pasar global dan melindungi kepentingan domestik.

Selain membuka peluang ekspor lebih besar, pemerintah juga dituntut memastikan daya saing industri dalam negeri tetap kuat di tengah masuknya produk impor.

Dengan cakupan yang meliputi tarif, investasi, mineral strategis, hingga ekonomi digital.

Perjanjian ini disebut sebagai salah satu paket kerja sama ekonomi paling komprehensif dalam hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Kini publik menanti implementasi teknis dari setiap poin kesepakatan tersebut, termasuk dampaknya terhadap pelaku usaha, industri nasional, dan konsumen di dalam negeri.***

Sumber: pojoksatu
Foto: Perjanjian dagang RI–AS tak hanya soal tarif, tapi juga investasi, mineral strategis, dan perdagangan digital. (IG @Sekretariat Kabinet)

Bukan Cuma Tarif, Ini ‘Paket Lengkap’ Deal RI–AS, Dari Sawit hingga Isu Data Digital Bukan Cuma Tarif, Ini ‘Paket Lengkap’ Deal RI–AS, Dari Sawit hingga Isu Data Digital Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar