Marak Teror Influencer, Menteri HAM Pigai: Pelakunya Bukan Aktor Pemerintah
Isu teror yang diklaim menimpa sejumlah influencer usai lontaran berbagai kritik pedas terhadap penanganan banjir di Sumatera memantik reaksi tegas dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai.
Pigai pasang badan dan menegaskan bahwa tudingan yang menyudutkan pemerintah sangat tidak berdasar jika melihat fakta di lapangan.
Ia menekankan bahwa selama ini negara telah bekerja secara masif dan terencana, bahkan menurutnya Presiden Prabowo Subianto secara rutin hadir di lokasi bencana.
Pigai menepis narasi yang seolah-olah menyebut pemerintah abai atau antikritik. Menurutnya, penanganan banjir dan longsor di Sumatera telah dijalankan melalui skema yang sistematik.
Mulai dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan infrastruktur skala besar di lokasi-lokasi terdampak seperti Aceh Tamiang.
Sebagai bukti nyata, Pigai menyinggung intensitas kunjungan Prabowo ke wilayah terdampak guna memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat.
"Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujar Pigai dalam keterangan resmi, Minggu 4 Januari 2026.
Menurut Pigai, kehadiran Prabowo di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab mutlak yang tidak bisa dipungkiri.
Di sisi lain, secara kritis Pigai juga memberikan catatan terhadap fenomena pengakuan teror yang dialami beberapa influencer belakangan ini.
Menurut dugaannya, ada potensi penggunaan isu intimidasi sebagai alat untuk mendulang simpati publik atau sekadar meningkatkan popularitas di media sosial.
Ia menegaskan ruang demokrasi yang saat ini sangat terbuka, tidak disalahgunakan untuk kepentingan semata.
"Tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan narasi tersebut sebagai playing victim untuk menaikkan jumlah subscriber dan pengikut (followers)," cetusnya.
Pigai menyayangkan jika kritik yang seharusnya bersifat membangun justru bergeser menjadi serangan personal atau manipulasi emosi demi sebuah engagement.
Terkait benar atau tidaknya teror tersebut, Menteri HAM meminta agar para influencer tidak hanya berkoar di media sosial tanpa bukti yang sah.
Ia mendorong kepolisian untuk turun tangan mengusut tuntas motif serta siapa sebenarnya pelaku di balik intimidasi tersebut agar tidak terjadi bola liar di masyarakat.
Pigai juga secara tegas membantah keterlibatan pemerintah dalam aksi-aksi teror semacam itu.
Ia menyatakan bahwa pemerintah tetap menghormati kebebasan berpendapat, namun menolak keras segala bentuk framing yang tidak berdasar hukum.
"Jika memang terdapat teror, maka pelakunya bukanlah negara atau aktor pemerintah," tegasnya lagi.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap rasional dan tidak terjebak dalam logika sesat (logical fallacy) yang sering kali dimainkan untuk mengaburkan fakta objektif mengenai kinerja pembangunan yang sedang berjalan.
Sumber: disway
Foto: Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, bereaksi keras atas berkembangnya isu yang menyudutkan pemerintah dalam kasus dugaan teror terhadap sejumlah influencer-Disway.id/Hasyim Ashari-
Marak Teror Influencer, Menteri HAM Pigai: Pelakunya Bukan Aktor Pemerintah
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar