Terungkap Alasan Anti Puspita Open BO: Ekonomi Sulit, Sering Pinjam Uang untuk Kebutuhan Rumah
Keluarga dan rekan Anti Puspita Sari alias AP (22) wanita hamil yang tewas di hotel Lendosis Palembang tak menyangka korban nekat terjun jadi wanita open BO
Suami dan keluarga sejauh ini hanya tahu, Anti bekerja sebagai kurir makanan untuk aplikasi online.
Sementara suaminya Adi Rosadi (36), bekerja sebagai seorang cleaning service di sebuah perusahaan.
Gaji suami dianggap anti tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup
Apalagi, Anti kembali mengandung, sehingga dia memerlukan biaya untuk persiapan kelahiran anaknya.
Entah apa yang di pikiran Anti, dia kemudian menjajakan diri melalui aplikasi online.
Open BO adalah singkatan dari Open Booking Online yang dikaitkan dengan prostitusi daring. Sehingga disebut sebagai layanan prostitusi dengan mengandalkan media sosial sebagai media promosi.
Ironsinya AP justru tewas di tangan pelanggannya, Febrianto (22), pria yang dia kenal lewat sebuah grup booking online di Palembang.
AP ditemukan tewas di kamar hotel Lendosis Palembang pada Sabtu (11/10/2025).
Di balik itu, sebelum peristiwa nahas ini terjadi, AP diduga pernah meminjam uang ke temannya di Facebook.
Akun facebook bernama Tasyaa mengaku pernah beberapa kali dikirimi pesan oleh AP.
Ia membagikan tangkap layar isi pesan dari AP yang pernah meminta pinjaman uang.
Saat itu AP sering komentar ingin meminjam uang diduga karena tuntutan ekonomi.
"Aku berteman lohh sama si AP ini di fb, akukan dulu buka dana pinjaman dia sering komenn mau minjem, keknya tuntutan ekonomi," tulis Tasyaa dikutip dari TribunSumsel.com.
Namun karena tidak berada di kawasan yang sama, Tasyaa pun tidak merespon AP.
Tak hanya sekali, AP sempat meminjam uang lagi pada September 2025 yakni sebulan sebelum meninggal dunia.
"Bukan 2021 aja cht aku kak, bulan kemaren jg cht akuuu," tulisnya.
Adapun isi chat korban meminjam uang kepada temannya:
"Mba nak dapin bso dk, (Mba, mau dana pinjaman bisa gak), " tulisnya pada 30 Agutus 2025.
Lalu pada 16 September korban mengirim chat lagi.
"Bso dk mba nk ikut dapin, (bisa gak mbak ikut dana pinjaman)," tulisnya lagi.
Namun chat itu tak pernah direspon oleh Tasya.
Kehidupan terbatas ekonomi itu lah justru membuat AP salah langkah hingga terjerumus bisnis gelap.
Kini, AP ditemukan tewas dibunuh pria yang dikencaninya dalam kamar hotel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Kidul II, Palembang pada Jumat (11/10/2025).
Alasan pembunuhan
Terkuak motif Febrianto (22) nekat menghabisi nyawa AP (22) wanita hamil yang ditemukan tewas di Hotel Lendosis Palembang.
Dalam rilis yang digelar di Polda Sumsel, Kamis (16/10/2025), diketahui permasalah ini bermula dari kesepakatan uang Rp 300 ribu antara korban dan tersangka dalam sebuah grup Open BO Palembang.
Uang Rp 300 ribu tersebut untuk melakukan hubungan badan (HB) layaknya suami istri sebanyak dua kali.
Namun setelah keduanya check-in di Hotel Lendosis Palembang pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, korban hanya bersedia berhubungan sebanyak satu kali.
Korban menolak permintaan pelaku untuk berhubungan dua kali dan memintanya keluar dari kamar.
"Pelaku yang tersinggung dan marah kemudian menyumpal mulut korban menggunakan manset hitam, mencekik leher korban hingga korban tak berdaya, lalu mengikat kedua
tangan korban dengan jilbab wama pink," isi data dari kepolisian.
Proses penangkapan
Febrianto ditangkap di kampung halamannya berada di desa Sidolmulyo, kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin.
Kronologi penangkapan Febrianto dijelaskan pihak kepolisian dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Kamis (16/10/2025).
Berawal dari hasil olah TKP, analisa rekaman CCTV, serta pemeriksaan terhadap para saksi penyidik memperoleh petunjuk penting dari seorang pengemudi ojek online yang sempat mengantar pelaku ke lokasi hotel
Dari hasil pengembangan tersebut, Tim Satreskrim Polrstabes Palembang di back up tim Jatanras Polda Sumsel kemudian melakukan pelacakan intensif dan memperoleh informasi bahwa pelaku berada di wilayah Kabupaten Banyuasin.
Pada Rabu 15 Oktober 2025, sekitar pukul 12.00 WIB, tim bergerak menuju Sidolmulyo, kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin untuk melakukan penyisiran.
Sekitar pukul 21.55 WIB pelaku Febrianto alias Febri bin Miswanto berhasil diamankan di wilayah kecamatan Muara Padang, Banyuasin
Saat dilakukan penggembangan untuk mencari barang bukti yang diduga dibuang oleh pelaku, tersangka berusaha melarikan diri, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur berupa tembakan ke arah kaki untuk menghentikan pelarian tersebut.
Febrianto Ngaku Didatangi Korban Via Mimpi
Sambil menahan sakit karena betis kanannya ditembak polisi, Febrianto (22) mengaku dirinya merasa tak tenang usai membunuh APS (22) wanita hamil yang sempat dikencaninya.
APS sebelumnya ditemukan tewas di kamar Hotel Lendosis Palembang, Sabtu (11/10/2025), setelah sehari sebelumnya check-in bersama Febrianto.
Dilihat dari postingan akun Tiktok Buser Polrestabes Palembang @pemburubanditt yang diunggah, Kamis (16/10/2025), Febrianto tampak terbaring lemah di ranjang ruang IGD.
Sambil menahan sakit dan tatapan kosong, ia mengaku tak tenang karena merasa didatangi korban yang sudah meninggal.
"Saya tidak mimpi, (itu) di kamar. Disuruh datang ke makam untuk ziarah. Disuruh minta maaf, disuruh ngadain acara selamatan, disuruh minta maaf ke keluarga (korban)," ujarnya dengan suara lemas.
Mendengarnya, orang yang merekam momen ini lantas bertanya alasan Febrianto tak segera menyerahkan diri. Namun pertanyaan itu tak dijawab.
Di kesempatan itu, polisi juga bertanya alasan Febrianto juga tega membawa kabur sepeda motor dan HP korban.
"Biar tidak ada barang bukti," ujarnya singkat.
Suami Anti Bersyukur Pelaku Ditangkap
Adi Rosadi (36) akhirnya bisa merasa lega sebab pembunuh Anti Puspita Sari (22), istrinya sudah berhasil ditangkap.
Sebelumnya, Anti Puspita Sari yang sedang dalam kondisi hamil muda tewas di Hotel Lendosis Palembang usai check-in dengan pria tak dikenal, Sabtu (11/10/2025).
"Alhamdulillah pelaku sudah ditangkap, saya rasanya lega," ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Sebagai suami, Adi sangat berharap aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pembunuh istrinya.
"Saya minta dia (pelaku) dihukum seberat-beratnya," ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Adi juga mengucapkan terima kasih ke kepolisian yang sudah berhasil menangkap pelaku.
"Saya dan keluarga besar mengucapkan terima kasih," ungkapnya.
Sebelumnya, tim gabungan Jatanras Polda Sumsel bersama Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menangkap pelaku pembunuh Anti Puspita Sari.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya membenarkan penangkapan itu.
Dikatakannya, pelaku ditangkap ketika sedang berada di kawasan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin.
"Iya benar. (Ditangkap) di Banyuasin ," ujar Nandang.
Namun Nandang masih enggan berkomentar banyak terkait penangkapan ini.
Ia mengatakan, bakal ada rilis yang digelar ke publik.
"Nanti diinfokan undangannya," ujarnya.
Sumber: tribunnews
Foto: TAMPANG TERDUGA PEMBUNUH - Anti Puspita ditemukan meninggal di kamar hotel. Anti diketahui check in bersama seorang pria yang kini diburu polisi. (TIKTOK/KOLASE)/Ist
Terungkap Alasan Anti Puspita Open BO: Ekonomi Sulit, Sering Pinjam Uang untuk Kebutuhan Rumah
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar