Ternyata Ini 5 Kejanggalan Ojol ke Istana Gibran yang Dibongkar Netizen
Niat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menunjukkan empati dengan
mengundang perwakilan driver ojek online (ojol) ke Istana justru menjadi
blunder fatal.
Alih-alih menuai simpati, pertemuan ini malah menjadi bulan-bulanan setelah
"intel-intel Konoha"—julukan untuk netizen Indonesia yang super
jeli—bergerak cepat dan menguliti habis identitas para driver yang hadir.
Hasilnya? Sebuah temuan mengejutkan yang membuat publik geram, rombongan
ojol tersebut diduga bukanlah representasi rakyat jelata.
Ada yang kepergok memakai sepatu seharga jutaan rupiah, sementara yang lain
ternyata adalah figur yang sudah dikenal.
Kecurigaan pertama dan yang paling viral meledak dari sepasang sepatu.
Mata elang netizen berhasil menangkap detail kecil namun fatal: salah satu
driver yang duduk semeja dengan Gibran mengenakan sepatu Nike Air Jordan 1
High OG Bred Patent.
Tak butuh waktu lama, netizen langsung menyandingkan foto tersebut dengan
tangkapan layar dari situs jual beli.
Harganya? Fantastis untuk ukuran seorang pekerja harian, yaitu sekitar Rp
4,5 juta!
Temuan ini langsung memicu badai di media sosial, dengan tudingan bahwa
driver tersebut adalah "Ojol Sultan" yang tidak mungkin mewakili jeritan
hati para driver di jalanan.
"Bakat Netizen Konoha Ga Maen-maen"
Seperti kata pepatah di dunia maya,
"Bakatnya netijeeen konoha ga maen maen lhoooo..." Investigasi tidak
berhenti di sepatu. Netizen dengan cepat membongkar identitas driver ojol
lainnya satu per satu.
Seorang driver Gojek dikenali sebagai figur media sosial dengan nama
panggung "DJ Ubur Ubur Ikan Lele", yang sebelumnya pernah berfoto dengan
Gibran.
Driver lain dari aplikator berbeda juga diidentifikasi sebagai sosok yang
memiliki profesi lain dan bukan sekadar driver ojol biasa.
Semua temuan ini, yang disajikan dengan bukti-bukti foto dan tangkapan
layar, memperkuat satu narasi di benak publik: pertemuan ini adalah sebuah
rekayasa atau gimmick politik.
Blunder ini mengubah total persepsi publik.
Momen yang seharusnya membangun citra Gibran sebagai pemimpin yang merakyat
dan mau mendengar, justru berbalik menjadi bukti ketidakotentikan. Publik
merasa dibohongi dan diremehkan.
Insiden "Ojol Sultan" ini menjadi pelajaran mahal bagi setiap politisi di
era digital: jangan pernah meremehkan kekuatan investigasi kolektif dari
"Netizen Konoha".
Karena di zaman sekarang, tidak ada detail sekecil apa pun yang bisa
disembunyikan dari pengawasan publik.
Sumber:
suara
Foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima perwakilan pengemudi
ojek online (ojol) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Minggu
(31/8/2025) [Suara.com/ANTARA]
Ternyata Ini 5 Kejanggalan Ojol ke Istana Gibran yang Dibongkar Netizen
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:

Tidak ada komentar