Breaking News

Banyak Gejolak Eksternal, Ambisi Prabowo untuk Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Sulit Tercapai


Ambisi presiden terpilih Prabowo Subianto yang ingin menaikkan pertumbuhan ekonomi RI hingga 8 persen dinilai sangat sulit dicapai pada masa kini.

Pasalnya, banyak gejolak eksternal yang terjadi hari ini, seperti konflik Timur Tengah, Ukraina-Rusia, serta masalah iklim global.

"Kalau kita lihat kondisi sekarang sih berat ya untuk mencapai pertumbuhan 8 persen," kata Ekonom Utama Bank Pembangunan Asia (ADB), Arief Ramayandi saat ditemui setelah acara Asian Development Outlook 2024 Discussion di Perpustakaan Nasional, Jakarta pada Kamis (16/5).

Menurutnya, situasi dan ketegangan di Timur Tengah diyakini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia, khususnya ekonomi Indonesia.

Meski demikian, Arief mengatakan pemerintah selanjutnya masih dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong aktivitas sektor industri.

"Tapi hal-hal yang bisa dilakukan (pemerintah) adalah dengan mendorong aktivitas sektor industri meningkat kembali, dan mendorong juga iklim kompetisi di indonesia itu membaik," jelasnya.

Prabowo Subianto sendiri dalam dialog di ajang Forum Ekonomi Qatar di Doha, Qatar menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi RI di tangannya dapat tembus hingga 8 persen pada 2-3 tahun mendatang.

Menurut Prabowo, saat ini dirinya telah berbicara dengan para ahli serta mempelajari angka itu untuk mencapai tujuannya.

Di sisi lain Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri telah mencatat pertumbuhan ekonomi RI di kuartal I 2025 sebesar 5,11 persen secara tahunan (yoy). Angka itu menjadi yang tertinggi sejak 2015 lalu. 

Sumber: rmol
Foto: Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto saat menghadiri Qatar Economic Forum 2024 di Doha, Rabu (15/5)/Ist
Banyak Gejolak Eksternal, Ambisi Prabowo untuk Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Sulit Tercapai Banyak Gejolak Eksternal, Ambisi Prabowo untuk Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Sulit Tercapai Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar