Breaking News

Faisal Basri: Metode Jokowi yang Jahat adalah Menyandera Semua Lawan Politiknya


Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai menerapkan pendekatan politik yang kurang beretika sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan. Yakni dengan cara menyandera pihak yang dianggap sebagai lawan politiknya.

“Jadi ada satu metode Jokowi yang jahat menurut saya adalah menyandera musuh-musuh politiknya, atau calon musuh-musuh politiknya,” tegas ekonom senior, Faisal Basri dalam sebuah podcast yang viral diunggah melalui Tiktok Lite oleh akun @diskursusnetwork.

Dalam pandangan Faisal Basri, menyandera lawan-lawan politik atau calon lawan politik adalah sebuah tindakan yang kurang beretika. Sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan, Jokowi tidak pantas melakukan itu.

“Kalau kamu gak mau kasusnya udah ada ini, kasus pribadi kah, kasus publik kah, udah di tangan dia semua,” ungkap Faisal Basri menegaskan pernyataannya.

Atas kondisi itu, pihaknya sangat yakin ada pihak-pihak tertentu termasuk partai besar yang juga telah tersandera oleh Jokowi. Terang saja kondisi ini tak menyejukkan iklim demokrasi Indonesia.

“Oleh karena itu, saya yakin, mohon maaf jika saya salah. PDIP pun juga sudah disandera, kalau PDIP melawan, mundur, Harun Masiku ditangkap segera, Hasto masuk proses, suaminya Puan juga barangkali kena,” ucap Faisal Basri.

Diketahui, Faisal Basri selama ini dikenal kritis dengan analis-analis tajamnya terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai melenceng. Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) ini cukup detail ketika membedah kebijakan yang dianggap salah jalan.

Faisal Basri hingga sekarang masih sebagai pengajar pada Program Magister Akuntansi, Program Magister Manajemen, Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan serta Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI). 

Sumber: kbanews
Foto: Faisal Basri/Net
Faisal Basri: Metode Jokowi yang Jahat adalah Menyandera Semua Lawan Politiknya Faisal Basri: Metode Jokowi yang Jahat adalah Menyandera Semua Lawan Politiknya Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar