Penjual Dawet Kanjuruhan di Buru Polisi, ‘Kepala Polisi Ada yang Mukul’
Beredar di media sosial suara penjual dawet Kanjuruhan Malang yang menceritakan kejadian setelah Arema vs Persebaya 1 Oktober 2022.
Dalam pengakuannya penjual dawet tersebut mengatakan bahwa dia menjual dawet di sebelah pintu 3 Stadion Kanjuruhan Malang.
Terkait dengan pengakuannya, penjual dawet Kanjuruhan di buru Polisi untuk melakukan klarifikasi ceritanya tentang tregedi Kanjuhuruan Malang
Irjen Pol Dedi Prasetyo selaku Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa rekaman suara penjual dawet Kanjuruhan tersebut saat ini sedang didalami oleh tim investigasi Polri.
Selain itu menurut Irjen Dedi, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan pada rekaman CCTV yang terdapat di pintu 3 tersebut.
“Rekaman CCTV pintu 3 termasuk yang dianalisa oleh tim Labfor, Inafis dan penyidik,” jelasnya.
Dalam rekaman yang tersebar, suara ibu-ibu penjuar dawet tersebut mengaku bahwa dia melihat peristiwa yang terjadi di pintu 3.
Menurut pengakuannya, saat itu ada seorang anak yang terjepit keluat pintu 3, dan seorang Polisi bernama pak Arip yang melakukan pertolongan terhadap anak tersebut.
“Anak itu ditolong oleh Polisi, pak Arip namanya, orang Batu, Polisi Batu. Si pak Arip ini nolong tapi dipukuli kepalanya dan kemudia saya selamatkan ke dalam warung dawet,” ungkap suara tersebut.
Akan tetapi yang membuat netizen meradang karena tukang dawet tersebut mengatakan bahwa, pihak yang melakukan pemukulan terhadap Polisi tersebut dalam kondisi mabuk minuman.
Selain itu juga mengatakan bahwa banyak penonton yang datang meminum mimuman keras dan dalam kondisi mabuk.
“Polisi membawa anak itu, menolong anak itu, tapi suporte wes ngombe kabeh (sudah minum semua), yang meninggal itu banyak yang berbau alcohol,” tambahnya.
“Saya, yang saya tolong itu mas Nawi itu ternyata juga pemabuk, itu temannya Wenda, Wenda itu koncoku (temanku) juga,” jelasnya.
Akan tetapi dari keterangan pihak kepolisian menggungkapkan bahwa dalam tragedy tersebut terdapat 2 korban anggota Polisi.
Dua polisi tersebut antara lain Briptu Fajar Yoyok Pujiono dari Polsek Dongko asal Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek dan Bripka Andik Purwanto anggota Polres Tulungagung yang bertugas di Polsek Sumbergempol.
Hal tersebut tentunya menimbulkan pertanyaan siapakah Polisi bernama Arip asal Batu yang disebut ibu penjual dawet Kanjuruhan tersebut.
Sumber: disway
Foto: Penjual dawet Kanjuruhan di buru Polisi untuk melakukan klarifikasi ceritanya tentang tregedi Kanjuhuruan Malang-Istimewa/bambang DA-disway.id
Penjual Dawet Kanjuruhan di Buru Polisi, ‘Kepala Polisi Ada yang Mukul’
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar