Cerita Penjual Dawet Kanjuruhan Bikin Aremania Meradang, ‘Wes Ngombe Kabeh’
Tersebar di media sosial cerita penjual dawet Kanjuruhan bikin Aremania meradang.
Bagaimana tidak pasalnya suara yang terdengar seperti suara seorang wanita tersebut mengungkapkan bahwa banyak penonton saat pertandingan Arema vs Persebaya di stadion Kanjuruhan pada mabuk semua.
Selain itu dalam cerita penjual dawet Kanjuruhan tersebut juga mengatakan bahwa salah satu Polisi di pukul kepalanya oleh penonton yang dalam kondisi mabuk kala terjadinya tragedy Kanjuruhan Malang.
Tak hanya itu cerita penjual dawet Kanjuruhan juga mengatakan bahwa para korban banyak yang beraroma alcohol sehinggan mengesankan bahwa para Aremania pada mabuk sebelum menyaksikan pertandingan tersebut.
Padagang dawet tersebut mengatakan bahwa dia menjual es dawet di luar pintu 3 Stadion Kanjuruhan.
“Saat kerusahan itu, ada anak kecil yang terjepit di pintu 3, anak itu ditolong oleh Polisi, pak Arip namanya, orang Batu, Polisi Batu. Si pak Arip ini nolong tapi dipukuli kepalanya dan kemudia saya selamatkan ke dalam warung dawet,” ungkap suara tersebut.
Penjual Dawet tersebut juga mengatakan bahwa kemudian menolong Polisi tersebut dengan cara mengamankan ke warungnya.
Selain itu juga mengatakan bahwa banyak penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut meminum mimuman keras dan dalam kondisi mabuk.
“Polisi membawa anak itu, menolong anak itu, tapi suporte wes ngombe kabeh (sudah minum semua), yang meninggal itu banyak yang berbau alcohol,” tambahnya.
Penjual dawet tersebut juga mengakui bahwa dirinya ikut membantu korban yang tewas dalam tragedy Kanjuruhan dan menyebutkan bahwa banyak dari mereka yang beraromakan alkohol.
“Saya, yang saya tolong itu mas Nawi itu ternyata juga pemabuk, itu temannya Wenda, Wenda itu koncoku (temanku) juga,” jelasnya.
Terkait dengan pengakuannya, penjual dawet Kanjuruhan di buru Polisi untuk melakukan klarifikasi ceritanya tentang tregedi Kanjuhuruan Malang
Irjen Pol Dedi Prasetyo selaku Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa rekaman suara penjual dawet Kanjuhuruan tersebut saat ini sedang didalami oleh tim investigasi Polri.
Selain itu menurut Irjen Dedi, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan pada rekaman CCTV yang terdapat di pintu 3 tersebut.
“Rekaman CCTV pintu 3 termasuk yang dianalisa oleh tim Labfor, Inafis dan penyidik,” jelasnya.
Pihak kepolisian menggungkapkan bahwa dalam tragedy tersebut terdapat 2 korban anggota Polisi.
Dua polisi tersebut antara lain Briptu Fajar Yoyok Pujiono dari Polsek Dongko asal Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek dan Bripka Andik Purwanto anggota Polres Tulungagung yang bertugas di Polsek Sumbergempol.
Hal tersebut tentunya menimbulkan pertanyaan siapakah Polisi bernama Arip asal Batu yang disebut ibu penjual dawet Kahanjuruan tersebut.
Sumber: disway
Foto: Cerita penjual dawet Kanjuruhan bikin Aremania meradang, sebut korban tragedi Kanjuruhan bau alkohol semua.-Tangkapan layar-Instagram
Cerita Penjual Dawet Kanjuruhan Bikin Aremania Meradang, ‘Wes Ngombe Kabeh’
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar