BLT Joko Widodo Menyogok Rakyat, Kalau Harga Pasar Semakin Tinggi Untuk Apa..?!
Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelontorkan sederet bantuan langsung tunai (BLT) tidak menaikan daya beli masyarat dan disparitas berbagai kebijakan harga.
Bila dikilas balik, ternyata di masa lalu Jokowi pernah mengkritisi dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap program bantuan tunai kepada masyarakat.
Jokowi Pernah Menolak Pemberian BLT
Pada era SBY, trending Balsem alias Bantuan Langsung Sementara Masyarakat. Bantuan diberikan sebagai kompensasi kenaikan BBM kala itu.Namun harga-harga berhasil distabilkan.
Pada era Jokowi saat ini program BLT menjadi alat untuk menyogok rakyat bahkan tidak mengarah untuk usaha produktif rakyat yang tidak dapat meningkatkan daya beli dan kestabilan harga pasar.
BLT Joko Widodo justru menaikan kebutuhan pokok produsen karena bahan baku barang telah naik di berbagai belahan dunia.
Pernyataan Joko Widodo saat memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 1 Maret 2022, mengungkapkan secara runut penyebab dari bakal naiknya harga-harga barang, antara lain :
Pertama, kata dia, ini dipicu oleh semakin langkanya kontainer di seluruh dunia. Kelangkaan kontainer ini disebutkannya akan memicu ongkos angkut atau _freight cost_ naik sehingga memicu kenaikan biaya logistik.
"Artinya apa? Harga barangnya ikut naik. Kalau harganya naik artinya harga konsumen akan lebih mahal dari biasanya.
Kedua, kelangkaan pangan di berbagai belahan dunia sehingga menyebabkan harga-harga pangan juga ikut naik. Jokowi menyebutkan, di beberapa negara sudah ada kenaikan harga pangan hingga 90 persen.
Ketiga, kenaikan inflasi. Apa yang terjadi kalau inflasi naik, artinya harga-harga semua naik. Artinya apa? Beban masyarakat dalam keinginan untuk membeli barang itu juga semakin naik tinggi," tegas dia.
Terkahir, Jokowi menyatakan, sudah terjadi kelangkaan energi di dunia ini. Kondisi ini menurutnya diperburuk dengan adanya perang yeng terjadi diantara Rusia dan Ukraina. Akibatnya, harga BBM hingga LPG diperkirakannya akan naik.
"Karena kelangkaan, ditambah perang, naik lagi. Sekarang harga batubara sudah di atas 100 sebelumnya hanya 50-60. Di semua negara yang namanya harga BBM naik semua LPG naik semua, hati-hati dengan ini," ucapnya.
Akibat seluruh harga itu naik, Jokowi menilai, terjadi juga kenaikan harga produsen. Artinya, ketika pabrik ingin produksi sesuatu, untuk membeli bahan baku harganya naik, dan ongkos produksi naik akibat harga bahan bakar juga naik.
Mengapa BLT Menaikan Harga Pasar ?
Oleh sebab itu walaupun BLT digulirkan tetapi para mafia dan kartel industri belum ditangkap, maka produsen berusaha menaikan harga-harga, efek berantai distribusi untuk mendapatkan keuntungan dari kebutuhan pokok masyarakat.
BLT menjadi asumsi Pemerintah untuk menaikan daya beli masyarakat, justru sebaliknya malah memberikan keuntungan berlipat kartel dan mafia industri yang didapat dari subsidi Pemerntah, "sekarang kerja makro aja enggak mungkin," papar Presiden Jokowi.
Oleh: Nazar EL Mahfudzi
Peneliti, Pusat Studi Islam dan Pancasila (PSIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta
Disclaimer : Rubrik Kolom adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan oposisicerdas.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi oposisicerdas.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.
BLT Joko Widodo Menyogok Rakyat, Kalau Harga Pasar Semakin Tinggi Untuk Apa..?!
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:

Tidak ada komentar