Adsterra

Breaking News

Takut Gibah Komentari Periode Kedua Jokowi, Said Didu: Menjauh dari yang Saya Harapkan


Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu mengomentari masa dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin.

Said Didu menyampaikan bahwa dia menghindari gibah, lantaran selama dua tahun ini tidak mengetahui peran dari Maruf Amin dalam mendampingi Jokowi.

"Jadi saya tidak bisa komentari dua tahun Jokowi Maruf, yang bisa saya komentari adalah tujuh tahun pemerintahan Jokowi," kata Said Didu, dilansir Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Indonesian Lawyers Club pada Jumat, 29 Oktober 2021.

Dia menyatakan dua tahun ini sebenarnya akumulasi dari masa periode pertama yang berlanjut.

Dan pada awalnya dia mengharapkan akan adanya perbaikan di periode kedua ini.

"Tapi ternyata semakin menjauh dari yang saya harapkan," ucapnya.

Said Didu mengungkapkan dulu dia menginginkan adanya perbaikan dalam bidang ekonomi, fiskal, BUMN, dan keretakan sosial.

Melihat pengalaman di periode pertama, dia ingin mencoba melihat sepak terjang kepemimpinan di masa keduanya ini.

Terutama setelah masuknya Prabowo Subianto ke dalam kabinet maka kemungkinan dikotomi istilah yang tak seharusnya juga menghilang seperti kadrun atau cebong.

Namun ternyata, Said Didu menyebut bahwa kohesivitas sosial makin retak dan bahkan menjadi-jadi.

"Dulu semua berharap perbaikan akan terjadi, damailah di media sosial, damailah di mana-mana ternyata tidak terjadi," katanya.

"Jadi hanya rangkulan di atas, saya nggak tahu juga," tambahnya.

Said Didu menyampaikan sejak Prabowo masuk dalam kabinet saya dia mengaku baru mendengarnya bicara sebanyak 3 kali dalam dua tahun ini.

"Jadi saya nggak tahu apa yang terjadi di dalam," pungkasnya.***

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu/Net
Takut Gibah Komentari Periode Kedua Jokowi, Said Didu: Menjauh dari yang Saya Harapkan Takut Gibah Komentari Periode Kedua Jokowi, Said Didu: Menjauh dari yang Saya Harapkan Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5

Tidak ada komentar