Menag Gus Yaqut Minta DPR Sahkan Anggaran Rp 44 Miliar, Demokrat Singgung Masa Pandemi Rakyat Susah
Meski mendapat sorotan soal penggunaan anggaran senilai Rp21,7 juta oleh Kementrian Agama (Kemenang) untuk umumkan pembatalan ibadah haji, kini muncul aggaran Rp44 miliar untuk renovasi bangunan.
Hal itu lantas disemprot Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Demokrat, Achmad. Anggota legislatif ini meminta, anggaran dimanfaatkan untuk hal lebih penting, terlebih saat Pandemi Covid-19.
"Rakyat sedang kesusahan sangat membutuhkan bantuan," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 30 Agustus 2021.
Achmad mengatakan, mata anggaran program renovasi tata ruang pelayanan haji sebesar Rp44 miliar lebih tidak mendesak.
Dia lantas secara resmi meminta pimpinan Komisi VIII membatalkan alokasi dana khusus untuk program-program tersebut.
"Ini kita batalkan aja pak ketua. Jadi kami (meminta) nomor 2 digugurkan aja. Termasuk renovasi ruang haji gitu Rp44 miliar," katanya.
Menag Gus Yaqut meminta program renovasi tata ruang ibadah haji dilaksanakan.
Program tersebut kata Gus Yaqut bukan merenovasi kantor Kemenag. Anggaran Rp44 miliar akan dialokasikan untuk perawatan asrama-asrama haji di seluruh Indonesia.
Dia berasalan selama dua tahun ini tidak ada perhatian pada sejumlah asrama haji.
"Dua tahun ini gak ada atensi kepada mereka. Banyak bangunan mulai rusak, jadi renovasi ini diarahkan ke sana bukan ke kementerian atau yang lain," kata Menag Gus Yaqut.
Sebelumnya anggota DPR dari Demokrat menyoroti penggunaan sebesar Rp21,7 miliar untuk mengumumkan pembatalan haji 2021. Achmad merasa heran atas penggunaan anggaran tersebut.
Kata dia pemberitaan sudah cukup memeberi informasi jika pelaksanaan ibadah haji 2021 batal.
Dalam rapat bersama, Achmad mempertanyakan pada Menag Gus Yaqut terkait penggunaan anggaran tersebut.
Achmad mengatakan untuk apa penggunaan puluhan miliar, padahal masyarakat luas sudah tahu pemberangkatan haji batal.
"Saya yakin seluruh calon jemaah dan masyarakat Indonesia sudah tahu pembatalan haji ini. Kok ada anggaran untuk menyampaikan ke masyarakat Rp21 miliar gitu," kata Achmad.
Dalam presentasi yang diutarakan Menag Gus Yaqut, tercatat Rp21,7 miliar untuk diseminasi terkait pembatalan keberangkatan jemaah haji 2021.
Achmad lantas menilai, jika anggaran tersebut lebih berharga jika dialokasikan ke program lainnya.
Apalagi saat ini masyarakat sedang kesusahan meladeni pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum tahu kapan selesainya.
Dia mengatakan, sebagai Menag Gus Yaqut seharunya bisa mengalokasikan anggaran sebesar itu pada yang lebih penting.
Misal, kata dia, untuk madrasah, pondok pesantren, hingga menambah sumber daya manusia (SDM) penyuluh keagamaan dan KUA di bawah Kementerian Agama.
"Kok enggak ini yang dikejar? Peningkatan SDM-nya. Ini kan 21 miliar. Cuma buat menyampaikan ke masyarakat batal haji. Masyarakat juga udah tahu batal ini, barang ini," ujarnya.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut meminta, anggaran dimanfaatkan untuk hal lebih penting, terlebih saat Pandei Covid-19 /
Menag Gus Yaqut Minta DPR Sahkan Anggaran Rp 44 Miliar, Demokrat Singgung Masa Pandemi Rakyat Susah
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
