Breaking News

Aktivisis Sebut Pandemi Ajari Kita Pentingnya 3M Untuk Pejabat: Malu, Minta Maaf, dan Mundur


Aktivis Dakwah serta penulis, Hilmi Firdausi kembali menyentil pemerintahan terkait Covid-19.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 berlangsung, semua orang mendapatkan pelajaran dari negara lain mengenai kompaknya pemerintah serta rakyatnya untuk menjalankan 3M.

“Selama pandemi ini, kita belajar dari negara luar bagaimana rakyat & pejabat kompak melaksanakan 3 M,” cuitnya melalui akun Twitter pribadi @Hilmi28 pada Jumat, 23 Juli 2021.

Dia berkata, rakyat akan menjalani 3M yakni, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sementara para pejabatnya malu, minta maaf, serta mengundurkan diri.

“Klo rakyatnya Maskeran, Mencuci tangan & Menjaga jarak, maka para pejabatnya MALU, MINTA MAAF & MUNDUR,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pemerintah kembali melaporkan perkembangan data Covid-19 per hari ini, Jumat, 23 Juli 2021.

Hari ini, terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 49.071. Dengan demikian secara keseluruhan kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 3.082.410 sejak pertama kali diumumkan pada Maret 2020 lalu.

Selanjutnya, pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 38.988 sehingga total kesembuhan ada 2.431.911.

Berikutnya, total pasien yang meninggal tercatat 80.598 orang. Di mana pada hari ini pasien yang meninggal ada sebanyak 1.566 orang. ***

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Aktivis Dakwah, Hilmi Firdausi. /Instagram @hilmi2/ / /
Aktivisis Sebut Pandemi Ajari Kita Pentingnya 3M Untuk Pejabat: Malu, Minta Maaf, dan Mundur Aktivisis Sebut Pandemi Ajari Kita Pentingnya 3M Untuk Pejabat: Malu, Minta Maaf, dan Mundur Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar