Tenaga Medis Berguguran, IDI Usut Penyebab Kematian
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), Daeng M. Faqih, menyebut IDI akan membentuk tim audit investigasi untuk mencari penyebab kematian tenaga medis saat menangani Covid-19.
“IDI lagi bentuk tim audit untuk investigasi. Cari penyebab kematian, apakah berhubungan dengan Covid-19 atau tidak. Kalau berhubungan bagaimana riwayat tertularnya,” kata Daeng M. Faqih kepada Indonesiainside.id, Rabu (8/4).
Per Senin (6/4), sebanyak 25 tenaga medis di Indonesia meninggal dunia setelah berjibaku melawan Covid-19. Selain itu, selama merawat pasien Covid-19, ada enam perawat terkonfirmasi meninggal dunia. Namun hanya satu perawat yang dinyatakan positif Covid-19. Kepala BNPB, Doni Monardo, mengkonfirmasi laporan IDI mengatakan, sudah 20 lebih tenaga medis meninggal dunia karena Covid-19.
Investigasi tersebut akan memakan waktu lama karena membutuhkan data rinci penyebab kematian tenaga medis. IDI terlebih dahulu akan mengkaji sejumlah faktor, misalnya sumber daya manusia (SDM) terkait usia, frekuensi pelayanan, dan penyakit penyerta tenaga medis.
Daeng M. Faqih mengatakan, hasil investigasi itu akan dilaporkan ke PB IDI Untuk menjadi pedoman dalam menangani kasus Covid-19. Ia mengatakan, pedoman itu bukan menggantikan mekanisme yang telah ditentukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tapi untuk melengkapi demi meminimalisir tenaga medis yang menjadi korban.
“(Dilaporkan) ke PB-IDI dan disampaikan ke anggota IDI untuk menjadi pegangan dalam melakukan praktek saat pandemi Covid-19 sekarang ini. Sudah ada pedoman dan petunjuk. Nah audit ini salah satunya bisa sebagai rekomendasi untuk penyempurnaan pedoman dan petunjuk itu,” kata Daeng M. Faqih. [ii]
Foto : Seorang dokter membetulkan posisi kacamata pelindung saat berada di salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Tenaga Medis Berguguran, IDI Usut Penyebab Kematian
Reviewed by Admin
on
Rating:
Reviewed by Admin
on
Rating:

Tidak ada komentar