Industri Tekstil Tak Hanya Rentan Virus Corona Tapi Juga Diserang Impor Garmen
Sekretaris Jenderal APSYFI, Redma Gita Wirawasta menceritakan rentannya industri tekstil dan produksi tekstil (TPT) tak hanya disebabkan oleh virus corona. Namun juga, banjirnya impor garmen dalam beberapa bulan belakangan, yang menambah kekhawatiran pelaku usaha tekstil dalam negeri.
“Industri mulai terjadi perlambatan, ditambah covid-19. Tekanan itu (impor dan covid-19) terjadi tak hanya di industri garmen dan konveksi, tapi kain, benang, dan hulunya,” ujar Redma, melalui telekonferensi pers, Jakarta, Senin (23/3).
Dia mengatakan, ujungnya ialah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan dalam industri tekstil mungkin saja bisa terjadi. Sebab, industri TPT tak lagi memiliki pangsa pasar karena dikuasai impor.
“Akan ada keterpaksaan perusahaan untuk melakukan PHK karena marketnya kecil. Ini poin yang cukup penting,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama CV Blessing, Chandra Setiawan, mengatakan hal yang sama bahwa impor bisa memukul industri kain dalam negeri. Bahkan apabila ditambah ada relaksasi impor.
“Saya sampaikan tegas menolak relaksasi impor karena akan terpukul Industri Kecil Menengah (IKM) dan juga industri kain dalam negeri. Kalau impor kain direlaksasi akan berdampak buruk industri kain dalam negeri dan benang di hulunya,” kata Chandra, pada kesempatan yang sama.
Menurut dia, semua pihak harus canangkan cintai produk dalam negeri dan kurangi impor. Supaya membuka lapangan kerja.
“Untuk importasi pakaian jadi dipindah ke Manokwari, supaya mendapatkan keseimbangan daya saing. Hal ini juga bisa sebagai penguatan ekonomi Indonesia,” imbuh Chandra.
Sebelumnya, Bea Cukai bersama BNPB telah menyusun Standard Operational Procedure (SOP) bersama nomor 01/BNPB/2020, KEP-113/BC/2020 yang mulai berlaku tanggal 20 Maret 2020 sampai dengan berakhirnya masa keadaan tertentu darurat bencana, yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam SOP tersebut, kemudahan pemasukan barang impor dengan pembebasan bea masuk, cukai, dan atau pajak impor. Serta pengecualian ketentuan tata niaga impor tersebut diatur dengan ketentuan. [ii]
Foto : Industri tekstil menghadapi tantangan yang berat. (Antara)
Industri Tekstil Tak Hanya Rentan Virus Corona Tapi Juga Diserang Impor Garmen
Reviewed by Admin
on
Rating:
Reviewed by Admin
on
Rating:

Tidak ada komentar